Gairah Nakal Brondong Pemikat Hati
Ini bukan sekadar pengumuman; ini adalah langkah licik penuh kepemilikan, klaim mutlak, dan pemaksaan yang membuatnya seolah dipenjara kembali sebelum sempat terbang bebas.
Ia berusaha membuka mulut, ingin membantah, ingin melawan, mengatakan bahwa itu semua bohong, bahwa ia tidak setuju. Tapi suara itu terjebak di tenggorokannya, lumpuh oleh kejutan dan amarah yang bergemuruh di dadanya. Matanya hanya mampu menatap Arman, yang kini memancarkan aura kemenangan yang dingin dan kejam.
"Lihat, Sayang," bisik Arman, suaranya hanya untuk Vivian, seolah mereka berdua terisolasi dari keramaian. "Mereka semua mendukung kita. Kita memang ditakdirkan bersama. Selamanya."
Sikat na Kabanata