Sabtu Malam Lisa
Jemari Kris yang kurus dan panjang menggiling mayat binatang malang itu, menjadikannya persis kotoran hidung, hanya saja ia tak dibuang atau diratakan di kolong meja, melainkan dimasukkan ke dalam saku jas hitam yang sudah tampak lusuh dan bau apak.
“Aku Lisa.” Kata si gadis, sambil tangan kanannya yang sudah terlanjur terangkat bergerak ke belakang kepala, melepas ikatan rambut sekaligus menyibak rambutnya yang tak begitu saja tergerai seperti iklan sampo di televisi. Rambut itu panjangnya sebahu, hitam kusam.
“Saya sudah tahu,” balas pemuda itu tak tertarik.
Hot Chapters