Paman, Silakan Tanda Tangani Surat Cerainya
Namun saat ini, menghadapi pelatih yang selalu membelanya, Lia tetap mengucapkan terima kasih dengan tulus,
“Terima kasih banyak persoalan tadi.”
Pria itu tersenyum tipis, seolah tak menganggap penting.
Sesaat kemudian, Yogi mengeluarkan sebuah pena dari sakunya dan menyerahkannya pada Lia.
Lia bingung dan mengernyitkan kening menatapnya.
Pria itu berkata,
“Ini adalah pena perekam, ujungnya memiliki kamera lubang jarum. Bawa ini bersamamu, sehingga setiap kali mereka mengganggumu, kamu bisa mengumpulkan bukti untuk digunakan nanti.”
Hot Chapters