Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Lelaki yang Terbuang

Lelaki yang Terbuang

" Grizelle meraih pena di atas meja Gallen. Terdengar bunyi cetak-cetek berulang kali saat dia memainkannya. Gallen makin berkeringat dingin. Di tangan Grizelle, apalagi dia sedang marah karena cemburu, pena sekecil itu bisa saja menjadi senjata yang mematikan. ***
9.6626.0K viewsCompletedAdded to Library 23.2K Times as goresan pena
Show Reviews (46)
Read
+Library
Roman Saputra
cerita bagus,gaya tulisan dan tata bahasa juga bagus enak dibaca dan mudah dimengerti,cuma adegan gelutnya kayak terlalu fantasi ya thor,ada ilmu sakti menotok jalan darah,ada ilmu ginkang juga, seperti pendekar tiongkok pada zaman dinasti kuno kayak gimana gitu padahal udah zaman modern.Thanks
Ayusqie
Di luar hujan, numpang neduh ya kak author. Siapa tau kaka2 di sini mau neduh juga di karyaku, judulnya SUSAHNYA JADI MAS JOKO, author Ayusqie.        Pecah nih, kak. Romancenya bikin ngilu, kocaknya menggelitik, n sedihnya bikin mewek. Silahkan mampir ya kak. Terima kasih kk author dan kk2 semua.
Read All Reviews
PENGGARIS SEGITIGA

PENGGARIS SEGITIGA

tanya penjual nasi goreng tersebut. "Nasi gorengnya 2, ya, Bang." "Mbaknya pake pedes ga?" kata Bang Joni sambil memandang Raymond. "Ga, Bang. Ga pedes, terima kasih ya," jawab Selena anggun. "Eh, sampai lupa, Bang Joni, kenalin, Ini Selena, dan Selena, ini Bang Joni," kata Raymond "Halo," jawab Selena sambil melambaikan tangannya. "Halo, Mbaknya kok mukanya familiar ya? Serasa pernah liat dimana gitu," tanya Bang Joni.
106.5K viewsOngoingAdded to Library 207 Times as goresan pena
Read
+Library
Bareksa

Bareksa

Isinya sungguh di luar perkiraan Nala: satu set lightstick dan miniatur personel grup penyanyi laki-laki dari negeri gingseng. Padma dan Dewi terdiam sejenak, menatap lightstick tersebut dalam-dalam. Tepat pada waktunya, Nala menyumpal kedua telinganya dengan jari, karena kedua sahabatnya itu langsung menjerit-jerit hingga suara serak. "Ya ampun Padma! Kamu jadi ikut jastip*) kak Elena?! Aku kira kamu bercanda!" "Ya enggaklah! By the way ini limited edition, nggak dijual disini! Harganya agak mahal tapi ..."
2.0K viewsOngoingAdded to Library 73 Times as goresan pena
Read
+Library
Sang Peramu Hasrat

Sang Peramu Hasrat

Goresan yang dibuat dengan ujung gagang kuas saat cat masih basah. Itu bukan bagian dari gambar. Itu tulisan. Kecil sekali. Hampir samar. Goresan ini masih sangat baru. Baunya masih tercium bau cat segar di antara cat yang sudah kering. Lily pasti kembali ke galeri pagi tadi sebelum lukisan ini dibungkus, khusus untuk meninggalkan jejak ini. Julian menyipitkan mata. Tertulis angka dan huruf: obsdn.20 - S
704 viewsOngoingAdded to Library 17 Times as goresan pena
Read
+Library
PENYESALAN

PENYESALAN

"Saya yakin seribu persen, Mbah. Penampilannya saja yang kelihatannya baik, tapi dia jahat sudah menerorku." "Baiklah, akan kujelaskan." Andin mengangguk. "Bayarannya nggak murah!" pungkas Mbah Progo. "Untuk masalah bayaran gak masalah. Aku akan bayar seberapapun yang Mbah minta." Mbah Progo mengangguk-angguk sambil menyeringai. Lalu berkomat-kamit merafalkan mantra. "Kau tunggu di sini!" Mbah Progo berlalu ke dalam mengambil sebilah keris dan boneka. Kembali menyalakan dupa kemenyan hingga Andin ikut terbatuk-batuk karena asapnya.
9.7228.7K viewsCompletedAdded to Library 7.1K Times as goresan pena
Read
+Library
GREESA

GREESA

seru Deva. *** "Kantin yuk!" ajak Ara. "Bentar," ucap Greesa sembari mengambil ponselnya di tas. "Yah batrenya abis," rengek Greesa sambil berusaha menghidupkan ponselnya. Ara menyodorkan powerbank. "Nih pake lo nggak bawa charge kan." Greesa meraih powerbank di tangan Ara, memasukan kabel USB dan menekan tombol power pada ponselnya lalu memasukan ponsel beserta powerbank tersebut ke tas miliknya.
2.3K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as goresan pena
Read
+Library
Pena Ajaib

Pena Ajaib

"Pena milik siapa ini?" tanya Ocin seraya mengambil pena yang tergeletak di meja belajarnya. Diamatinya baik-baik pena berwarna kuning keemasan dan hitam yang seimbang itu. Bentuk penanya pun agak antik dan berbeda dengan pena jaman sekarang. Yang lebih aneh lagi, Ocin tidak bisa membuka pena tersebut untuk mengetahui isinya masih atau belum.
102.4K viewsOngoingAdded to Library 80 Times as goresan pena
Read
+Library
Luxavar, Negeri di Dasar Samudera

Luxavar, Negeri di Dasar Samudera

Cahaya tipis yang dihasilkan dari pena itu dengan gampang mengiris batang pohon besar yang berdiri kokoh di tepi jurang. “Hebat sekali senjatamu, Brevis!” puji Likos separuh terpukau. “Lasset,” jawab Brevis. “Apa?” “Pena dengan sinar gamma ini adalah Lasset,” jawab Brevis. Benda tadi dengan cepat memberi torehan yang dalam pada kulit batangnya. Sudah separuh batang yang berhasil dipotong Brevis dalam hitungan detik. “Aku tidak tahu pohon ini akan jatuh ke mana,” seru Brevis.
105.8K viewsCompletedAdded to Library 190 Times as goresan pena
Read
+Library
PESONA

PESONA

"Pak Gafa?" "Iya, waktu Gue keluar dari kelas Lo, Gue melewati ruangan pak Gafa dan Gue melihat pintu ruangan pak Gafa terbuka terus Gue lihat ada diary warna merah muda enggak mungkin pria gagah kaya Pak Gafa suka warna merah muda apalagi menulis diary karena penasaran Gue masuk ke ruangan pak Gafa dan beruntung enggak ada orangnya, Gue baca diary tersebut dan Gue kaget saat nama pemilik diary tersebut adalah Nysa Faira Adafi, enggak banyak kertas yang sudah kak Nysa tulis dan yang di tulis hanya tentang keluhan tugas namun saat Gue lihat ada pembatas di kertas paling tengah, Gue buka dan ternyata isinya kunci dari misteri kematian kak Nysa terus Gue robek."
1015.8K viewsOngoingAdded to Library 491 Times as goresan pena
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status