Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Luxavar, Negeri di Dasar Samudera

Luxavar, Negeri di Dasar Samudera

Brevis mengeluarkan sebuah silinder kecil mirip sebuah pena dari kantung jasnya. “Alat apa itu?” tanya Nod. Brevis langsung menyalakan pena kecilnya itu tanpa menjawab pertanyaan Nod. Cahaya terang menyorot dari mata pena itu. Membelah objek padat dalam hitungan detik. “Awas, cahayanya bisa melukai tubuhmu!” sergah Brevis ketika Likos hendak berjalan mendekati benda itu. Cahaya tipis yang dihasilkan dari pena itu dengan gampang mengiris batang pohon besar yang berdiri kokoh di tepi jurang.
105.9K viewsCompletedAdded to Library 206 Times as logo pena
Read
+Library
Mengejar Mantan

Mengejar Mantan

“Aku akan menunggu kabar baikmu.” “Terima kasih, Tuan Lynch.” Luna berjalan mendekat dan mengambil pulpen dari tempat pulpennya. Matanya berkaca-kaca saat melihat pulpen di tangannya. Pulpen ini … Dia mengingatnya. Ini adalah hadiah pertunangan yang dia berikan padanya ketika mereka baru saja bertunangan. Saat itu, Joshua adalah semua hal yang dia lihat, semua yang memenuhi pikirannya, dia ingin memberikan yang terbaik untuknya. Itu sebabnya dia membelikannya pulpen mahal ini dengan hadiah uang dari dua kompetisi desain yang dia menangkan. Meskipun itu mahal bagi Luna, tetapi bagi Joshua ... itu sama saja seperti pulpen lainnya.
9.1765.2K viewsCompletedAdded to Library 29.8K Times as logo pena
Show Reviews (190)
Read
+Library
Cathalina
uda bab 744 emosi bacanyaaa kyk apaan bgt sih di ulang2 muncul cewenya uda mati muncul lg yg baru, uda di bab 744 muncul aja uda 3 cewe yg suka sm joshua, kapan joshua sm lunaaa bersama kalo salah paham mulu dehhhhhh
Ossy Lestari
sudah habis koin banyak tapi ceritanya salah paham terus udh sampe eps 700 langsung aku baca acak ternyata sampe eps terbarunya pun masih salah paham aja cape org baru, salah paham, ganti org baru lagi salah paham ah sudahlah cape jadi bosen
Read All Reviews
Pena Ajaib

Pena Ajaib

"Pena milik siapa ini?" tanya Ocin seraya mengambil pena yang tergeletak di meja belajarnya. Diamatinya baik-baik pena berwarna kuning keemasan dan hitam yang seimbang itu. Bentuk penanya pun agak antik dan berbeda dengan pena jaman sekarang. Yang lebih aneh lagi, Ocin tidak bisa membuka pena tersebut untuk mengetahui isinya masih atau belum.
102.4K viewsOngoingAdded to Library 83 Times as logo pena
Read
+Library
Sebatas Ibu Pengganti untuk Anak Presdir

Sebatas Ibu Pengganti untuk Anak Presdir

Memicingkan matanya, Helena jelas melihat pena itu sangat tidak biasa. “Tidak, pena itu bukan pena biasa.” ucap Helena tanpa sadar. Semua orang melihat ke arah Helena, menganggap kalau Helena terlalu sok tahu! “Pena itu adalah buatan Michelle Geborda. Pena yang rangkanya terbuat dari emas murni, penekan dengan batu berlian, melambangkan kejayaan dan kekuasaan. Ada ukiran di badannya, itu buatan tangan Michelle Geborda yang mulai dia buat dari tahun 1422-1428. Michele Geborda menghabiskan bertahun-tahun waktunya untuk membuat pena itu sebagai hadiah ulang tahun Ayahnya.” ucap Helena, dia terlalu tertarik dengan dunia sejarah dan barang antik, mulutnya terus bicara tanpa dia sadari.
9.7154.9K viewsCompletedAdded to Library 4.2K Times as logo pena
Read
+Library
Thousand Years

Thousand Years

Vinia mengiyakan tawaran dari pria itu. ”Baiklah. Aku mau. Lalu apa yang harus aku tulis?” Tanyanya sembari mengambil pena dan kertas. Pria itu tersenyum dan memberikan sebuah pena yang terbuat dari logam. Permukaan nya dihiasi ukiran aneh dan dilapisi emas. Saat Vinia menyentuhnya, ia merasa seperti mengenali pena itu. Seperti ada ikatan dalam antara dirinya dengan pena emas itu.
104.8K viewsOn holdAdded to Library 124 Times as logo pena
Read
+Library
Wanita Pilihan Sang Pewaris

Wanita Pilihan Sang Pewaris

Setelah mengetik itu, muncul beberapa gambar dilayar. “Oh iya benar, ini pena milik Pak Barry,” seru Vanya sambil menunjuk gambar di layar komputer. “Oh, 1.4 juta, haha..., aku kira pena itu harganya ratusan juta,” gelak Vanya sambil tertawa. Adelia menepuk jidatnya sendiri. “Kak Vanya, lihat harga yang tertera di sampingnya.” Vanya kembali melihat layar komputer milik Adelia. “Limited edition Diamante fountain pen by Aurora. Estimasi Harga 1,4 Juta US Dollar atau sekitar 20 Milyar Rupiah.”
1025.7K viewsCompletedAdded to Library 796 Times as logo pena
Read
+Library
Tinta Merah Takdir yang Terhapus

Tinta Merah Takdir yang Terhapus

Hari itu, Zepyr memulai taktiknya. Ia tidak membahas data kritis. Gerakan pertama Zepyr adalah mengambil pena emas dari mejanya. Pena itu memiliki ukiran mahkota kecil di ujungnya, memantulkan sedikit cahaya emas kemerahan dari matanya. Dia membalik pena itu di antara jari-jarinya yang panjang dan elegan, sebuah gerakan yang tenang, namun memancarkan kekuatan yang mengganggu. Eleanora mendapati matanya terpaksa mengikuti gerakan pena itu, seolah-olah pena itu adalah pendulum yang menghipnotis, mengayunkan fokus Eleanora menjauh dari logika dan menuju pada keindahan tangannya yang berbahaya.
103.6K viewsOngoingAdded to Library 94 Times as logo pena
Read
+Library
POEDJAN

POEDJAN

“Nina!” Nina menoleh ke belakang. Terlihat seorang anak lelaki dengan kemeja putih dan celana pendek yang senada dipadukan dengan kaos kaki putih yang menutupi betis dan sepatu pantofel hitam yang terlihat sedikit kebesaran berlari dengan dua tangkai bunga lili oranye di tangan kirinya. Masih bisa ia lihat tanah menumpuk di sekitar sepatu pantofel hitam yang mengilap itu. Dengan napas yang masih tersengal, lelaki itu berkata, “Ada Ibu tanam lili di belakang rumah. Elok sekali. Warnanya seperti sore, kau tahu? Satu, untukmu.”
105.6K viewsOngoingAdded to Library 156 Times as logo pena
Read
+Library
LIGNEE

LIGNEE

Aldi memutuskan bertanya pada pelayan toko. “Excuse me..i’m looking for book Toys for Boy’s?” “I remembered we only have one left, maybe it sold.” “Thank you…” “Ayo pergi, aku kelaparan,” kata Rayhan. Mata Aldi malah tertuju pada sebuah pena yang dipajang di etalase toko lalu memerintahkan pegawai toko membawanya ke kasir karena dia berniat membelinya. “Wah lihat harga segitu. Bagaimana kau bisa membayar begitu banyak uang untuk sebuah pena? kau gila!” Rayhan tak habis pikir dengan selera sahabat nya ini.
104.9K viewsOngoingAdded to Library 135 Times as logo pena
Read
+Library
LETUP

LETUP

“Boleh tahu jam berapa?” “Oh,” Kaila bereaksi, lantas segera melihat penunjuk waktu yang tertera di pojok kiri atas layar ponselnya–melupakan keberadaan arloji yang melingkar di pergelangan tangan kanannya. “Setengah tiga kurang lima,” jawabnya sopan
2.7K viewsOngoingAdded to Library 68 Times as logo pena
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status