Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tukar Ranjang

Tukar Ranjang

Lelaki itu terlihat selalu menentang, menghadirkan senyum kecut di bibir Leya. Sesampainya di tempat tujuan, mereka berdua singgah ke sebuah cafe yang ada di dekat perkebunan teh itu. Cafe kekinian yang disuguhi view gunung menjulang tinggi serta kabut putih yang memberi kesan estetik. Leya tak melepaskan kesempatan, dia mengeluarkan ponselnya dan mengambil selfi berdua dengan Abram sebanyak mungkin. Leya tersenyum puas melihat beberapa gambar yang menujukkan hubungan mereka yang begitu romantis.
1043.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai ide pose foto di cafe
Baca
+Pustaka
Simpanan Ayah Angkat

Simpanan Ayah Angkat

"Kok diem? Masih cape ya?" Kanaya mengangguk, tapi sorot matanya terus ke arah depan, seolah sedang memikirkan sesuatu. "Pa, kira-kira, siapa ya yang udah ambil foto kita saat sedang di cafe?" "Papa sedang menyuruh anak buah Papa buat nyelidiki. Papa perintahkan mereka buat lihat CCTV di cafe tersebut, siapa saja tamu yang datang, saat kita ada di sana."
1064.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai ide pose foto di cafe
Baca
+Pustaka
Maaf Pak, Saya Hanya Pembantu Biasa.

Maaf Pak, Saya Hanya Pembantu Biasa.

Perempuan itu yang sejak hampir satu jam lalu duduk di sebuah kafe mewah bersama empat sahabatnya segera memaksakan senyum tipis. Aroma kopi dan berbagai hidangan memenuhi meja mereka. Gelak tawa bersahutan, diselingi suara kamera ponsel yang berkali-kali berbunyi karena mereka tak pernah melewatkan kesempatan mengabadikan setiap pertemuan. Salah seorang teman bahkan sudah berdiri sambil mengatur posisi semua orang. "Ayo, foto dulu! Cahaya di sini lagi bagus."
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai ide pose foto di cafe
Baca
+Pustaka
Misi Bertemu Cinta

Misi Bertemu Cinta

Entahlah, yang pasti mereka tetap tak putus asa untuk mengumpulkan semua bukti kebenarannya. Langkah selanjutnya, mereka pergi ke Cafe Republik. Cafe yang memiliki fitur hotel bintang lima. Dengan barista yang memakai seragam lengkap. Pelanggan yang santai menikmati pemandangan alam pegunungan dari jendela kafe di lantai atas. Tempat manapun mereka tak peduli. Tujuan utama yang mereka butuhkan. Ning Fiyyah mendatangi barista di garda terdepan. "Selamat siang, bu. Ada yang bisa saya bantu?" Barista tersebut menyapanya dengan santun.
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai ide pose foto di cafe
Baca
+Pustaka
Gara-gara Sapu Ijuk ?

Gara-gara Sapu Ijuk ?

Alf dan Inn pun menuju ke sisi lain cafe, di tempat yang sudah didekorasi untuk photo booth para customer couple. Inn menggandeng lengan Alf saat mereka sudah berdiri di tempat photo booth, dengan latar dedaunan plastik dan bantal hati dimana-mana. Berbagai gaya dilakoni Inn, tapi Alf yang kepalang gugup, hanya bisa satu gaya. Berdiri dengan tangan kanan di dalam saku dan smile! CEKREK! "Ini hasilnya," si pelayan memberikan hasil foto polaroid itu pada Inn dan Alf, masing-masing satu.
9.910.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 250 kali sebagai ide pose foto di cafe
Tampilkan Ulasan (65)
Baca
+Pustaka
Arien Adjah
Ga nyangka baca2 eh udah tamat, kak bikin season 2 dong, jujur aku paling suka sama alf waktu nembak inn, aku jacob alfred suka sama Christiani dewi, aw aw, eh inn oame marah-marah ngomongin si alf pantas jadi bapaknya anaknya karlinda, wkwkwkwkkw, lanjuuutttkan karya berikutnya kak 👍❤️❤️❤️
ayyona
ah...ku ikut bahagia nih alf n inn...cie cie yg malam minggu ga beduan ma willy lg 😂😂 willy, kamu malming sama bu budi sambilnge plang..✌ kk author...gara gara sapu ijuk aku ngakak terus. kalo tamat gini,trs aku ngakaknya gimana dong 😂😂
Baca Semua Ulasan
Hadiah Madu Untuk Suamiku

Hadiah Madu Untuk Suamiku

gelak tawa terdengar berbarengan dengan langkah mereka yang mulai memasuki pintu caffe. Caffe mungil bernuansa orange serta beberapa miniatur unik terpajang di setiap sudut ruangan, menjadikan suasana lebih tenang dan nyaman. Caffe Mangga, adalah caffe terenak dan terfavorit bagi Rena dan Inda. Tak jarang mereka datang hanya untuk menyeruput expresso dan matcha latte racikan pribumi berwajah Eropa di caffe itu. “Helo Nona Rina...” Sapa salah satu barista yang sudah hapal dengan Rena.
1010.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 320 kali sebagai ide pose foto di cafe
Baca
+Pustaka
Dia yang Terluka

Dia yang Terluka

Rio mendongak ke atas menatap lampu yang berjejer, membayangkan suasana romantic kafe tersebut pada malam hari. Setelah mendapatkan tempat duduk yang bisa digunakan untuk beramai-ramai, Rio dan rombongan pun memilih menu sesuai dengan selera mereka masing-masing. Sambil menunggu datangnya hidangan makan siang, dengan ponsel canggihnya Rio beberapa kali memotret kafe tersebut. Saat Rio ingin mengambil gambar salah satu sudut kafe yang dia sukai, ternyata tanpa Delia pun terpotret sehingga foto sang sekretaris tersimpan di galeri ponselnya.
9.5561.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18.5K kali sebagai ide pose foto di cafe
Tampilkan Ulasan (71)
Baca
+Pustaka
Saraswati
saya belum baca sampai banyak, tapi iseng2 liat judul masing2 bab, koq ada cerita ttg hanna juga, sy pikir di sini tokoh utamanya keluarga nadia, tp hanna sebagai tmn nadia ternyata juga punya porsi cerita sendiri... :)
Heny Wulan
Nice story... plot twist nya keren, ga ketebak, kyknya bnyak banget rahasia, jd bacanya pun ga bs di-skip. Alurnya jg enak bacanya, ga membosankan. Semoga tetap konsisten sampai akhir. Semangat kak author...
Baca Semua Ulasan
ANNORA

ANNORA

ucap Manda. "Apalagi fotonya alam digantung - gantungin lagi, kesannya norak tapi kok bagus, " lanjutnya. Mereka tertawa menikmati segala keanehan di cafe tersebut. "Kayaknya pemilik cafenya pecinta fotografi, sih, " ucap Luna. "Eh, Btw, disini matcha latte nya enak loh Man, " ujar Luna memberitahu.
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai ide pose foto di cafe
Baca
+Pustaka
Petaka Di Lorong Kampus

Petaka Di Lorong Kampus

Tak lama keduanya pun sudah berada dalam lamborghini Dylan, dan berangkat menuju cafe temanya Dylan. Sesampainya di tempat yang di tuju, Renata langsung mengagumi interior cafe tersebut, yang bertemakan lukisan ruang tiga dimensi. Sebuah cafe dengan menyajikan tempat foto unik dan keren. Jadi selain makan dan minum pengunjung cafe juga bisa berfoto dengan background pemandangan tiga dimensi yang seperti real kita ada disana. “Cafe ini juga ada rooftopnya dengan view kota yang keren banget kalo di lihat malam hari”
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai ide pose foto di cafe
Baca
+Pustaka
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Anehnya, ingatan itu membuatnya sedikit berkaca-kaca. Tari dan Indri memasuki kafe, disambut aroma manis roti panggang dan wangi kopi yang menguar hangat. Mereka memilih tempat di area non-smoking, meja kecil dekat jendela yang memandang ke jalan seberang. Cahaya hangat lampu kafe menambah rasa nyaman. Seorang barista mendekat, menanyakan pesanan mereka. “Aku pesan sepotong croissant almond dan kopi latte panas, ya,” kata Tari sambil tersenyum tipis, tangannya tetap sesekali menyibak rambut yang jatuh di pipi.
1011.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 446 kali sebagai ide pose foto di cafe
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status