Suamiku, Musim Dingin Tanpa Akhir
Aku memperhatikan bagaimana cara ia memegang pena, cara alisnya sedikit berkerut ketika berpikir, dan cara ia menatapku di sela kalimat semuanya seperti kepingan masa lalu yang diam-diam menuntut untuk dikenali.
Namun, tidak ada satu pun tanda bahwa ia mengingatku, tidak ada jeda canggung, tidak ada tatapan mengenali hanya profesionalitas sempurna dari seorang pebisnis yang memulai kolaborasi baru hingga di akhir pertemuan, ketika ia menatap maket desainku yang terpajang di meja dan berujar, "Tempat seperti ini entah kenapa mengingatkanku pada sesuatu yang tenang, tapi juga menyakitkan."