Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Mendadak Cantik bagaikan Ratu Sejagad

Mendadak Cantik bagaikan Ratu Sejagad

Di sudut kanan berbunyi "Pipih!" Apa ini ? Leona merasa kepalanya sangat sakit...Ayo berpikir....Dia memijat-mijat kepalanya. Gadis itu duduk dikursi lalu tangannya mulai mengetuk-ngetuk meja. Dia ingin menelpon nenek Melinda menanyakan hadiah yang pernah diberikan ayah Abhygael kepada kakek. Namun karena ini sangat rahasia, akhirnya Leona mengurungkan niatnya dan mulai berpikir keras. Leona mencoba mencari lewat g****e hadiah apa saja yang berukuran kecil dan unik untuk ayah, namun yang muncul kaus, peralatan ibadah, sepatu, buku, gesper dan topi. Ihhhhh....Leona semakin kesal. Tak sengaja matanya melihat pena yang berada di depannya. Ada lima buah pena dengan bentuk yang berbeda-beda. Leon
10105.6K viewsOngoingAdded to Library 3.5K Times as logo pena
Read
+Library
Pesona Sang Penakluk

Pesona Sang Penakluk

Barata kembali melontarkan ancaman. "Heh!" Rama terkekeh dingin, "Mau melapor, ya? Silakan saja! Surat utang itu memang ada cap jariku, tapi buka mata anjingmu dan lihat yang benar, di situ tertera waktu pelunasan utang adalah satu bulan, sedangkan perjanjiannya baru dibuat kemarin!" Barata terkejut, tidak menyangka Rama tahu isi surat perjanjian di tangannya.
1.9K viewsOngoingAdded to Library 68 Times as logo pena
Read
+Library
Bangkitnya Kekuatan Luar Biasa Sang Karyawan Magang

Bangkitnya Kekuatan Luar Biasa Sang Karyawan Magang

“Itulah harga dari kekuatanmu. Dan ini belum puncaknya. Kau baru menyentuh ujung pena.” Danu mendekat. “Ajari aku. Jangan biarkan aku gagal seperti Penjaga sebelumnya.” Rendra berdiri. “Maka terimalah ini … warisan terakhir kami.” Ia menjulurkan tangannya, dan dari antara api yang tidak membakar, muncullah sebuah pena—terbuat dari logam merah, ukiran huruf-huruf kuno menyala samar. “Ini adalah Pena Api. Bukan alat tulis, tapi pemahat takdir. Kekuatanmu berasal dari kata. Dari makna. Dari jiwa yang bisa membangun … atau menghancurkan.”
101.2K viewsCompletedAdded to Library 33 Times as logo pena
Read
+Library
Sang Dewa Perang

Sang Dewa Perang

Di dalam kotak itu ada pena tinta antik yang sangat indah. Dilihat dari warnanya, dia bisa mengatakan bahwa itu sangat mahal. “Mmm, Harvard, pena ini tidak murah, kan? Ini menghabiskan banyak uang, bukan?” Harvard berkata, “Eh, itu cuma pena. Harganya tidak mahal. Yang penting Paman suka kaligrafi, Paman Johnson. Dengan pena tinta ini, Paman bisa menulis lebih baik kalau Paman menggunakan sedikit lebih banyak kekuatan saat menulis.”
9.23.9M viewsCompletedAdded to Library 97.5K Times as logo pena
Show Reviews (432)
Read
+Library
Sun Shine
"Percuma tampan tapi penyakitan! Dia juga bodoh dan miskin!" Begitulah orang-orang mencemoohnya. Dia adalah seorang pemuda bernama Green Williams. Bagaimana jika kamu memiliki suami seperti Green? Penyakitan, lamban dan selalu bergantung padamu. Mari ikuti kisahnya dalam judul :[Suami Tak Sempurna]
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Read All Reviews
Samaran Terakhir

Samaran Terakhir

kata suara Void-0 dengan nada penuh tipuan, “berarti itu tidak pernah terjadi.” Lena menggenggam sebuah pena yang tercipta dari ingatan. Pena itu dulu pernah digunakan oleh Adrian, dan entah bagaimana, kini berada di tangannya. Tapi pena itu patah di tengahnya. Setengah realitas, setengah ilusi. Ia menggambar lingkaran di udara sebuah simbol yang mereka buat berdua, dulu. Simbol itu bersinar. Itu berarti… Adrian masih mengingatnya.
1.8K viewsCompletedAdded to Library 63 Times as logo pena
Read
+Library
POLIGRAF

POLIGRAF

“Lo nyari apa? Biar gue bantu.” Kila tidak menjawab, hanya memberikan isyarat dengan menempelkan jari telunjuknya di mulut untuk menyuruh Neta tidak bersuara. Ia kemudian mengambil ponselnya dari saku celana kargo berwarna gelap yang dipakainya dan mengetikkan sesuatu. Setelah selesai, ia menghampiri Neta dan menunjukkan kata yang telah diketiknya. Alat penyadap.
107.7K viewsCompletedAdded to Library 260 Times as logo pena
Read
+Library
PLAYER

PLAYER

Tapi ia masih tahu diri, lelaki seperti dirinya tidak akan dilirik oleh Arla, kecuali untuk menjadi rekan kerja. “Silakan, Nona.” Ervin meletakkan secangkir cappuccino di hadapan Arla dan secangkir espresso di hadapannya sendiri. “Kayaknya baristanya belum terlatih bikin latte art ya.” Ervin menatap geli pada latte art yang ada di cangkir Arla, sekaligus mencoba membuat reminder di otaknya untuk memberitahukan mamanya masalah ini. Jangan sampai pelanggan kabur hanya karena latte art yang bentuknya tidak karuan. Arla tersenyum kecut. Bukan baristanya yang tidak terlatih, tapi itu tadi memang buatannya, jelas saja bentuknya tidak karuan. “Thanks, kok kamu yang bawain?”
1038.6K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as logo pena
Read
+Library
Luxavar, Negeri di Dasar Samudera

Luxavar, Negeri di Dasar Samudera

Cahaya tipis yang dihasilkan dari pena itu dengan gampang mengiris batang pohon besar yang berdiri kokoh di tepi jurang. “Hebat sekali senjatamu, Brevis!” puji Likos separuh terpukau. “Lasset,” jawab Brevis. “Apa?” “Pena dengan sinar gamma ini adalah Lasset,” jawab Brevis. Benda tadi dengan cepat memberi torehan yang dalam pada kulit batangnya. Sudah separuh batang yang berhasil dipotong Brevis dalam hitungan detik. “Aku tidak tahu pohon ini akan jatuh ke mana,” seru Brevis.
105.7K viewsCompletedAdded to Library 200 Times as logo pena
Read
+Library
Mengejar Mantan

Mengejar Mantan

“Aku akan menunggu kabar baikmu.” “Terima kasih, Tuan Lynch.” Luna berjalan mendekat dan mengambil pulpen dari tempat pulpennya. Matanya berkaca-kaca saat melihat pulpen di tangannya. Pulpen ini … Dia mengingatnya. Ini adalah hadiah pertunangan yang dia berikan padanya ketika mereka baru saja bertunangan. Saat itu, Joshua adalah semua hal yang dia lihat, semua yang memenuhi pikirannya, dia ingin memberikan yang terbaik untuknya. Itu sebabnya dia membelikannya pulpen mahal ini dengan hadiah uang dari dua kompetisi desain yang dia menangkan. Meskipun itu mahal bagi Luna, tetapi bagi Joshua ... itu sama saja seperti pulpen lainnya.
9.1763.5K viewsCompletedAdded to Library 29.8K Times as logo pena
Show Reviews (190)
Read
+Library
Kiky
Sumsum tulang belakang buat Nigel harusnya yang bisa 100% cocok cm dari Joshua, Luna, Neil, Nellie... Bahkan dari keluarga terdekat pun sangat jarang ditemukan kecocokan... Malah Fiona yg cocok... aneeeh Thor ... walaupun novel itu ngehalu, tapi alur ceritanya jangan terlalu dipaksain atuuh Thor......️
edward
terima kasih kak setelah baca komenku akhirnya thor bertambah bagus udah kuran sikopatnya lanjutkan ceritannya tambah banyak dikit babnya yah..setelah luna sadar perasaan joshua akhirnya luna merasakan sakit bagus tapi masih sedih joshua dari dulu udah ngk enak pasal joshua ternyata benar dugaanku..
Read All Reviews
LETUP

LETUP

“Boleh tahu jam berapa?” “Oh,” Kaila bereaksi, lantas segera melihat penunjuk waktu yang tertera di pojok kiri atas layar ponselnya–melupakan keberadaan arloji yang melingkar di pergelangan tangan kanannya. “Setengah tiga kurang lima,” jawabnya sopan
2.6K viewsOngoingAdded to Library 66 Times as logo pena
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status