Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Suami Warisan

Suami Warisan

Narendra menunjuk keluar mobil, “Kalau kita jalan ke bawah sana, ada sungai. Kita bisa pipis di sana, bisa juga mandi kalau mau.” “Ah, di tasku ada peralatan mandi dan sikat gigi.” Keduanya berpakaian dan membongkar koper Rengganis untuk mengambil handuk dan tas mandi. Keduanya berjalan berpegangan tangan menerobos rumpun tanaman menuju cerukan sungai tak jauh dari jalan. “Wah, airnya deras banget.” komentar Rengganis melihat derasnya aliran sungai yang mengalir.
10157.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.0K kali sebagai mandi sungai jaman dulu
Tampilkan Ulasan (58)
Baca
+Pustaka
Ketut Martini
suami warisan...dari judulnya aza udh bikin penasaran.. seseorg yg mendapat warisan seorg suami?... setlah baca..waah...dari bab 1 smpe bab skrg udh ke 40 smakin aku jatuh cinta ...tokoh narend yg macho habis..trus rengganis pastinya gemoy banget..klop dech mreka berdua.. thor sera emg paling top.......
Mo Xiang Liu Yun
[...6] Saya baru pernah baca novel Indonesia sebagus ini, ceritanya lain daripada yang lain, bacanya engga mau udahan, selalu penasaran pengen tahu kelanjutannya, susah move on. Untung akhirnya Narendra jadian sama Rengganis jadi engga bikin kecewa. Di bab terakhir seharusnya ada Narendra menikah res
Baca Semua Ulasan
Rahasia Suamiku dan Keluarganya

Rahasia Suamiku dan Keluarganya

Benar saja di depan sana ada sungai yang mengalir tidak terlalu deras, airnya pun sedikit keruh karena guyuran hujan semalam. "Bagaimana jika kita ikuti saja arus sungai ini? Siapa tahu arus sungai ini akan mengalir ke perkampungan," "Iya benar," sahut Mbak Wati. Kami pun berjalan dengan hati-hati menghampiri sungai itu untuk membasuh wajah dan tangan yang kotor. Lalu kami pun terus berjalan menyusuri kemana arah sungai itu mengalir. Hingga entah berapa ratus meter kami berjalan, di depan sana terlihat seorang pria yang sedang mandi di sungai.
1099.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.8K kali sebagai mandi sungai jaman dulu
Baca
+Pustaka
Kembalinya Sang Dewa Pedang

Kembalinya Sang Dewa Pedang

Perahu meluncur perlahan di atas air sungai yang berkilau diterpa cahaya bulan sabit. Lentera-lentera temaram yang terpasang di ujung perahu, kunang-kunang yang beterbangan di tepian, dan pepohonan willow yang anggun menjuntai di sepanjang sungai, menciptakan suasana yang sunyi dan sedikit misterius. Song Mingyu, yang berdiri di bagian belakang perahu, mengamati air sungai yang berkilau samar. "Aku kira hanya ada satu pintu masuk ke Pasar Hantu," gumamnya dengan nada penuh keraguan.
9.527.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 795 kali sebagai mandi sungai jaman dulu
Tampilkan Ulasan (15)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang anak yang dikucilkan menjadi seorang Pendekar hebat bergelar Kaisar hanya di novel berjudul PENDEKAR KAISAR RASKAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada. Silahkan dicek ya, he-he-he!
Yzuki_
hai... ceritamu bagus! mungkin kah kamu juga tertarik dengan ceritaku? mungkin sedikit berbeda dari yang lain. cerita fantasi lokal di dunia modern. tokoh utamanya anak SMA kembar cewek cowok. semoga kamu tertarik, terimakasih
Baca Semua Ulasan
Sang Maharaja yang Terlupa

Sang Maharaja yang Terlupa

Ia tidak menggunakan tenaga dalam untuk menghancurkan batu atau membelah arus; ia menggunakan kekuatan fisiknya yang fana untuk mengangkat kehidupan dari dasar sungai menuju ladang-ladang yang haus. "Tarik talinya! Pasak bambunya masuk ke lubang poros!" teriak Ki Darmaji, suaranya parau namun penuh semangat. Arga dan para nelayan serentak menarik tali rotan, mengangkat poros bambu yang berat itu hingga masuk ke dalam dudukan kayu jati. Dengan suara kretek yang nyaring, kincir air raksasa itu akhirnya terkunci pada tempatnya. Arus sungai mulai mendorong bilah-bilah bambu, memutar porosnya perlahan, lalu semakin cepat. Air dari dasar sungai terangkat ke dalam tabung-tabung bambu, lalu tumpah k
10593 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11 kali sebagai mandi sungai jaman dulu
Baca
+Pustaka
DENDAM SANG PANGLIMA

DENDAM SANG PANGLIMA

Terlihat adanya sebuah bangunan bambu yang menyerupai pedesaan di antara lebatnya hutan. Namun, untuk menuju ke sana, mereka harus melewati sungai besar yang mengalir semakin deras karena Intensitas hujan yang sangat tinggi. "Pasukan! Kita akan menyebrangi sungai besar ini! Adakah di antara kalian bisa menyebrangi sungai?" tanya Adam kepada pasukannya. Lalu salah satu prajurit menyaut. "Kami bisa menyebrangi sungai ini Jendral. Tapi arus sungai ini sangatlah deras. Itu bisa membahayakan untuk diri kami."
1042.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 931 kali sebagai mandi sungai jaman dulu
Baca
+Pustaka
Dimanja Paman Mantan

Dimanja Paman Mantan

Atau berhalusinasi, gara- gara aku tersesat. Aku bukan orang yang sedang reinkarnasi? Aku hanya sempat melihat masa depan buruk bersama Dion. Setidaknya aku merasa lega, semua bayangan itu, tidak menjadi nyata. Aku pulang ke rumah dalam keadaan kacau, membuat Ayah dan Ibu terlihat heran. "Kamu kenapa, Liv?" Mereka bertanya. "Jatuh ke kolam renang," jawabku singkat.
105.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 181 kali sebagai mandi sungai jaman dulu
Baca
+Pustaka
Mandi Keramas Setiap Pagi

Mandi Keramas Setiap Pagi

ujar Asty. "Iya, Neng." Penjual tahu gejrot itu mengangguk. "Lagi ngidam ya, Neng?" tanya Didin, penjual tahu gejrot tersebut. "Iya, Bang. Kok tahu," jawab Asty. "Soalnya kemarin suami, Eneng minta kelapa muda sama saya. Katanya buat istrinya yang lagi ngidam, tapi kok mintanya malam-malam sih," jelasnya. Asty tersenyum saat mengingat kejadian itu, di mana dirinya meminta kelapa muda tepat jam sebelas malam.
1019.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 495 kali sebagai mandi sungai jaman dulu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status