Dewa
Dendiiiii, Chikaaaaaa.
Pandangannya lalu dijaring ke kanan dan ke kiri. Bangunan rumah penduduk mengikuti aliran sungai, berderet rapi. Banyak warga yang tengah menikmati kekeruhan air sungai tersebut. Ada yang mandi, mencuci, ada juga beberapa anak kecil yang main cebur-ceburan di pusarnya untuk berenang. Raut mereka cerah ceria, tak seperti miliknya yang kusam dan pucat. Ada juga bapak-bapak yang menimba air itu dengan ember lalu dibawanya pergi. Entah untuk apa, dia pun tidak tahu. Seorang nenek-nenek tua, menelusuri jalan pinggiran sungai dengan membawa nampan yang berisi lontong dan puluhan sate. Nenek itu berbarut selendang. Bibirnya sekering aspal. Wajahnya mengeriput dengan rambut ya
Hot Chapters