Sang Pengacara
“Mandi dulu. Soalnya hidungku nyium bau-bau yang nggak enak.”
“Mi, kamu aku bolehin nggak mandi, tapi kenapa aku harus mandi?” Kesabaran Abi benar-benar diuji saat ini. Sembari mengucapkan hal tersebut, Abi reflek mengangkat kedua tangan, lalu menghidu kedua lipatan lengannya satu per satu. Sama sekali tidak tercium aroma yang tidak mengenakkan di tubuh Abi. Wangi parfumnya pun masih melekat dan tidak tercium bau yang aneh sama sekali. Bahkan, selama di berada di Batu, Abi nyaris tidak berkeringat sama sekali.
Hot Chapters