Siluet Cinta Olive
Meski pelanggannya sama, mereka kadang membahasakan secara samar tuntutan sevice, harus gonta-ganti variasi model, gaya, posisi, nuansa dan peran.
‘’Kami harus ekstra peka terhadap keinginan dan selera spontan para pelanggan. Ya, kalau Ibu Olive pernah sekolah ilmu marketing, rasanya teori yang saya pakai untuk memuaskan customer sudah sesuai. Kalau bukan teorinya Philip Kotler, ya mungkin Kevin Lane Keller tentang standard customer satisfaction. Kadang mereka maunya apa, itu nggak disampaikan dengan kata-kata yang jelas. Melainkan hanya disampaikan dengan bahasa tubuh,’’jelas Widya disambut ekspresi Olive melongo tanda takjub.