Menuju Matahari
Wiwien Wintartojaka sembung bawa goloknovel lelaki tak terlihat kayamodel golok kerenrambut pendek lelaki
“Psst! Heh! Bangun dulu sebentar!”
Pratiwi membuka mata, berat. Dan baru kemudian pelan-pelan otaknya bisa mencerna beberapa hal. Satu, wajah pria yang membangunkannya. Tak lain adalah Wisnumurti. Dan dua, pemuda itu membangunkannya dengan cara mencolek-colek dadanya yang berlapis selimut tebal.
“Kurang ajar!” ia mengomel, menyingkirkan tangan Wisnumurti. “Ada apa? Apa sudah subuh?”