Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Mata Batin

Mata Batin

Ingin mencicipi manisnya madu yang belum tersentuh. "Argh!" Kain segitiga hitam di paksa di lepas dari sangkarnya. Memperlihatkan daging tembam penuh bulu hitam yang membuat pria berada di atasnya semakin ingin merasakan dan menghujat berkali-kali sampai datangnya sebuah cairan kental. "Aku akan bermain sangat pelan, Sayang." Mengusap pipi Fika pelan. Bugh!
1019.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 498 Beses bilang matamu picek
Read
+Library
Terjerat Pesona Model Arogan

Terjerat Pesona Model Arogan

ucap Fio ragu sambil menatap Matty dan bersiap memesan menu lain dari aplikasi online. "Nope, I love Pizza," ujar Matty dengan senyum merekah dan langsung mencomot 2 slice pizza, menangkupnya jadi satu lalu menggigitnya besar-besar. Terlihat Matty berusaha menikmati pizza yang sedang dikunyahnya, Fio melihat mata Matty mulai berkaca-kaca. Pria arogan ini benar-benar punya luka yang besar di hatinya. Dia berpikir bagaimana cara menolong Matty.
9.922.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 623 Beses bilang matamu picek
Read
+Library
Memantai [Tamat]

Memantai [Tamat]

“Jadi waktu itu gua kepeleset tuh. Apa karena jari-jari gua ini bulat-bulat apa gimana gitu, rasanya permukaan tebingnya jadi licin semua,” ucap Ronco kepada Lili. Ronco dan Lili duduk di belakang bersama beberapa tas bawaan. “Hahaha.. Lihat? Lihat?” ucap Lili sambil memegangi jari-jari Ronco. “Ga bulat kok. Ini cuma kurang latihan aja kali Coh! Harusnya ada otot di sebelah sini, tapi ini malah mulus banget begini,” ucap Lili kepada Ronco.
108.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 306 Beses bilang matamu picek
Read
+Library
Mata Elang

Mata Elang

Hampir 2 minggu Vanya sudah menyesuaikan diri di kota Madiun, ketika dia bangun pagi di kamar kos selalu melihat antrean cukup panjang di depan gerbang untuk membeli nasi pecel. Kebetulan ibu kosnya menjual sarapan di pagi hari, Vanya bangun dan segera mencuci muka untuk ikut mengantre membeli sarapan. “Bu, saya nasi pecel satu pincuk ya,” ucap Vanya sambil tersenyum. Satu pincuk itu sebutan untuk alas pembungkus nasi pecel yang berasal dari daun pisang, kalau makan di tempat daun pisang bagian ujung atas dilipat kecil menyerupai trompet.
108.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 288 Beses bilang matamu picek
Read
+Library
PREV
12
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status