GAIRAH LIAR PASANGAN MUDA
ucap Maya sambil mengepalkan tangannya.
Malam itu, Maya telpon Raymond tiga kali, tapi nggak diangkat. Ia nangis lagi, kirim pesan panjang: “Mond, gue butuh lo. Ada yang penting. Jawab dong.”
Pagi berikutnya, Maya bangun dengan mata bengkak, badan lemas. Ia ke kantor sebagai arsitek senior di firma besar di Sudirman. Kantornya mewah, meja kaca, view kota, tapi hari ini semuanya terasa abu-abu. Baju blazer ketatnya sudah mulai sesak di perut, ia harus tarik napas dalam untuk nutup kancing. Gue udah gak bisa santai lagi, pikirnya. Perut gue mulai keliatan. Gue harus cari solusi cepet.