KEMBALINYA SANG RATU
Seorang ilmuwan dari Turki berkata, “Kita telah terlalu lama bergantung pada angka dan statistik, tetapi budaya adalah jiwa yang tak bisa diukur. Melalui inovasi seperti ini, kita mungkin dapat mengembalikan makna sesungguhnya kepada pertanian.”
Malamnya, saat kabut turun menyelimuti medan pertemuan, Lintang duduk di balkon yang menghadap padang gurun yang kini mulai berubah. Di kejauhan, barisan panel surya berkilau samar, menyatu dengan langit. Suara angin sejuk mengalun, membawa pesan-pesan dari para petani yang telah mengolah tanah tandus menjadi ladang kehidupan yang subur.
Dalam keheningan itu, Lintang menulis di jurnal perjalanannya: