Perjanjian Gaib Untuk Kekayaan
Luka terbuka, tepi-tepinya menegang, hangat dan basah.
Aku menggoreskan ujung keris ke kulit, bukan untuk menyakiti lebih dalam, tapi untuk membentuk sesuatu. Tangan gemetar, tapi entah mengapa, bentuk-bentuk itu seolah sudah tersimpan di jemariku sejak lama: garis melengkung, simpul kecil, ekor panjang yang mengait pada garis berikutnya. Aksara yang tak pernah kupelajari, tapi tubuhku tahu. Setiap goresan memanggil sesak, setiap tarikan membiarkan dengung mengalun lebih rendah. Saat bilah menyentuh darah, darah itu tidak menetes jatuh; ia mengambang sejenak, lalu seolah ditarik ke garis, menyerap ke kulit dan menghitam di sana.
Bab Populer