Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Let You Go

Let You Go

Melukis adalah salah satu dari sekian hal yang dilakukannya untuk mengalihkan pikirannya dari hal-hal yang tidak ingin diingatnya. Kanaya memukul-mukul pelan punggungnya yang terasa kaku karena terlalu lama duduk. Kedua matanya langsung mengarah menuju sebuah jam yang tergantung di dinding ruang melukisnya itu. 11.39 PM. Berarti sudah 15 jam lebih Kanaya menghabiskan waktunya berada di ruangan ini untuk melukis.
106.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 235 kali sebagai kanvas untuk melukis
Baca
+Pustaka
Kamu Hanya Milikku Seorang

Kamu Hanya Milikku Seorang

Dia sedang mencoba mencari ide untuk lukisan terbarunya, yang ingin dia pamerkan di sekolah nantinya. Sora membawa kanvas dan satu buah pensil serta penghapus. Lukisan yang dipamerkan nantinya, bertujuan untuk menarik perhatian murid murid di sekolah. Tujuan utamanya adalah agar murid murid di sekolah ingin bergabung dengan klub melukis. Karena jika dia tidak mendapatkan anggota baru di tahun ini, maka kegiatan klubnya akan dibatasi atau skenario terburuknya klub yang dipimpinnya akan dibubarkan.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 153 kali sebagai kanvas untuk melukis
Baca
+Pustaka
Kesempatan Kedua: Lepas dari Marquess Menikahi Duke Utara!

Kesempatan Kedua: Lepas dari Marquess Menikahi Duke Utara!

lanjutnya, menekankan bahwa dia melukis hanya karena menyukainya, tidak berniat menjadi profesional. "Ehm, begitu ya? Kalau begitu, semangat ya. Pakai apa saja warna yang kamu inginkan. Tidak perlu takut kehabisan. Lakukan apa pun yang kamu suka di sini, sepuasnya, sesuka hatimu." Karin tersenyum hangat.
9.813.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 280 kali sebagai kanvas untuk melukis
Baca
+Pustaka
Shushu Dikejar Deadline

Shushu Dikejar Deadline

Aku membaca lima buku untuk mempelajari konsep lukisan ini. Setelah semua itu, dosenku cukup aktif menawarkan karyaku ke beberapa pihak. Namun sejauh ini aku hanya pernah membuat tiga lukisan di atas kanvas besar dengan serius. Lalu menghilang perlahan. Jujur, aku tak terlalu suka menggambar di atas kanvas. Tubuhku perlu banyak bergerak, lalu mematung dalam waktu yang lama untuk menyelesaikan satu area, dan itu sangar melelahkan.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai kanvas untuk melukis
Baca
+Pustaka
Apa Warna Hatimu?

Apa Warna Hatimu?

Apa yang harus kulukis? "Tema lukisan bebas. Kalau terjual uangnya untuk kamu." Elisabet sudah kembali sibuk di depan canvasnya sendiri. "Serius?" "Serius. Ini kan bisnis bukan main-main." Demi apa pun juga aku memaksa diri menyelesaikan dua buah lukisan. Lumayanlah untuk seorang pemula. Elisabet juga tidak memberi kritikan jadi kurasa masih masuk dalam standar penjualan lukisan.
108.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 278 kali sebagai kanvas untuk melukis
Baca
+Pustaka
Sayap Felysia

Sayap Felysia

jawab Denis sambil menepuk kantong plastik berukuran besar yang ia bawa. Denis pun menaruh sebuah kantong plastik berukuran besar di atas meja yang ada di hadapannya. Di dalam kantong itu ada sebuah kanvas lukis berukuran 20×25 cm, satu buah kuas lukis, cat minyak berjumlah dua belas warna, medium cat, dan sebuah palet yang terbuat dari kayu. "Mau ngelukis lagi?" tanya Denis. "Ya, begitulah. Saya mau buat satu lukisan untuk satu orang yang sebentar lagi pergi dari kehidupan saya," jawab Ardiansyah.
1016.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 421 kali sebagai kanvas untuk melukis
Baca
+Pustaka
Pelukis Buta Milik Sang CEO

Pelukis Buta Milik Sang CEO

Dia akan mulai berlatih melukis sesuai rencananya. Beberapa menit kemudian, cat akrilik, palet, air, kanvas dan aneka kuas telah berjejer rapi di atas sebuah meja persegi panjang. Sengaja, Zaara sudah mempersiapkan alat tempurnya untuk melukis. Namun kebingungan melanda pikiran Zaara. Dia merasa bingung harus memulai dari mana. Dia kehilangan ide tiba-tiba dalam melukis. Dia tidak tahu objek apa yang akan dilukis.
109.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 248 kali sebagai kanvas untuk melukis
Baca
+Pustaka
Enemate, Enemy To Soulmate

Enemate, Enemy To Soulmate

Prudence menyiapkan semuanya diatas meja yang sudah disiapkan. Peralatan utama untuk melukis cat minyak meliputi cat minyak, kanvas atau media lainnya, kuas berbagai ukuran, palet untuk mencampur warna, dan pisau palet untuk aplikasi cat. Selain itu, Prudence juga memasukkan minyak cat atau pengencer seperti thinner, ke dalam wadah untuk membersihkan kuas, serta lap atau kain. Untuk kenyamanan, Prudence juga mensetting kuda-kuda atau easel dan meletakkan lapisan pelindung untuk hasil akhir lukisan yang ada di meja trolli kecil di sisi kirinya.
103.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 132 kali sebagai kanvas untuk melukis
Baca
+Pustaka
Sentuhan Panas Suami Dingin

Sentuhan Panas Suami Dingin

gumam Kanza dengan nada pelan. Kanza menghela napas, berdiri dari tempat duduk dan mulai mempersiapkan alat serta bahan untuk packaging lukisannya. Lukisan tersebut harus dikirim sekarang juga, meskipun setelah sampai di tempat tujuan lukisan ini belum bisa dipajang atau dipamerkan.
9.71.1M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36.3K kali sebagai kanvas untuk melukis
Tampilkan Ulasan (99)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Nama Pena Anar
Izin promo kak🫰🏻 Novel Panas tentang Petarung Jalanan yg menaklukan Nyonya Besar! Judul ... Suami Pengganti: Petarung Jalanan di Ranjang Nyonya Besar Betewe reiga dingin tapi nggak terima zeia udah punya pacar yaa...... seruuu banget kak cacaa🫰🏻
Baca Semua Ulasan
Melukis

Melukis

Tian masih berpikir apa yang harus ia lukiskan, sedangkan Raina sudah mulai memilih warna dan bahkan telah memberikan satu-dua sentuhan kuas di kanvas nya. “Ra, lo cepet banget udah mulai ngelukis aja.” Tian melihat ke arah kanvas gadis itu. “Karena gue mood nya lagi bagus banget, jadi gampang buat tahu apa yang gue mau lukis Ian.” “Ooh, emangnya gara-gara apa mood lo bagus banget?” Kali ini ia melihat ke arah Raina.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai kanvas untuk melukis
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
8
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status