GARIS PATAH LOGIKA
Kanvas yang setengah jadi bersandar di dinding, kuas-kuas tergeletak di dalam stoples selai yang sudah kosong, dan aroma cat minyak bercampur dengan wangi teh melati yang baru diseduh.
Anya sedang duduk bersila di lantai, benar-benar tenggelam dalam dunianya. Di hadapannya, terhampar sebuah buku sketsa besar.
Ia tidak sedang melukis air terjun seperti yang ia lihat kemarin. Sebaliknya, ia sedang mencoba menerjemahkan gemuruh air itu menjadi bentuk dan warna. Sapuan cat air berwarna biru kobalt, abu-abu arang, dan percikan perak memenuhi halaman, membentuk pola abstrak yang berdenyut dengan energi. Ia sedang "melukis suara", dan ia merasa sangat hidup.
Hot Chapters