Sisa Cahaya di Jalan Gelap
Namun, yang membuatnya bingung, pria itu hanya duduk diam di tepi ranjang, membiarkan kemejanya terbuka tanpa sedikit pun berniat menyentuhnya.
Ratri mengangkat kepalanya, menatap wajah pria itu. Ada tatapan yang berbeda bukan tatapan lapar seperti kebanyakan pelanggan, melainkan tatapan teduh, dalam, seolah sedang membaca dirinya.
“Kenapa diam saja, Tuan? Biasanya, pelanggan sudah tidak sabar di menit pertama,” ucap Ratri dengan senyum tipis, mencoba mencairkan suasana.
ตอนยอดนิยม