DUKUN 99
Aku lantas berjongkok dan mulai meraba kaki Pak Bangsut.
Dalam tiga kali gerakan cepat, aku menarik keluar guna-guna yang mengikat kaki Pak Bangsut. Lalu mengoles lutut dan betisnya menggunakan air ludahku.
Hingga Pak Bangsut tak lagi berteriak. "Adem. Adem banget, Nak." Ia mengelus pucuk kepalaku saat aku mengobatinya.
Menit berselang, kaki Pak Bangsut membaik. Bengkaknya turun, tidak lagi memerah. Hanya saja, lelaki ini masih lemas akibat sempat shock terkena penyakit aneh ini.