KUTUKAN LELUHUR
Hingga akhirnya, dia melihat sebuah tanah kosong, sebuah tanah yang nantinya akan dibangun sebuah pabrik yang terlihat sangat megah dan luas pada saat itu.
Entah mengapa, dia seperti terseret masuk ke dalam sana. Dia berjalan secara perlahan dan mendekati orang-orang yang sedang bekerja disana.
“Pak, punten bade tumaros, ari didieu ngabutuhkeun jalmi kanggo damel teu Pak, abdi atos kukulinginan dua minggu ieu lumar-lamar kaditu kadieu teu aya anu nampi wae, sugan atuh abdi tiasa damel didieu, sawios ungkat angkut oge nu penting abdi tiasa damel. (Pak, maaf mau tanya, kalau disini membutuhkan orang untuk kerja gak Pak, aku sudah keliling selama dua minggu melamar kesana kemari tapi tidak ada
Sikat na Kabanata