Suamiku Bukanlah Milikku
“Ya, karena kamu tetaplah Mawar yang dulu, bunga mawar yang indah namun tak berduri. Saya paham, kamu pikirkan saja dulu, langsung hubungi nomor itu, saya akan tetap menunggu. Maaf, saya tidak bisa berlama-lama di sini, kita bukan anak remaja seperti dulu yang bisa khilaf berduaan seperti ini, mengerti? Jaga dirimu baik-baik, jangan biarkan satu belalang pun yang ingin menghancurkan keindahan mu. Permisi, assalamualaikum.”
Ku tahan bulir air mata ini, hendak jatuh membasahi pipi tetapi selalu ku tahan, jangan sampai dia melihat kedua mataku ini menangis sesenggukan karena menyesali kejadian di masa lalu itu.
Bab Populer