Atasanku, Suami Keduaku
Panca menoleh pada Indah yang tengah bertepuk tangan kecil ketika sepiring besar hidangannya datang, “Indah yang nggak tahu apa-apa menerima akibat yang bukan kesalahannya.”
Mayang kembali memukul lengan Panca. “Jadi, sekarang kamu udah belain dia? Dia udah dapat suami jauh lebih kaya dibanding kamu!” Mayang tertawa mengejek.
Panca menghempaskan tangan Mayang. “Berengsek! Ini sakit! Kenapa kasar banget, sih? Makin hari kamu makin kasar jadi istri. Kalau kamu insecure ngelihat Indah, harusnya kamu cari tahu kenapa Indah bisa dapat laki-laki jauh lebih kaya dibanding aku!"