Air Mata Suami dan Mertuaku
"Belum puas kamu melihat Mas menderita, hah?"
"Duh, cup cup cup ... santai, dong. Nggak usah pakai emosi!" Marwa membelai wajah Ammar dengan ujung telunjuknya. "Kalau aku boleh beropini, ternyata kamu itu nggak bisa move on dari aku. Benar begitu, kan, Mas? Duh, aku jadi makin kasihan lihat adik maduku itu. Sudahlah tak mendapat nafkah batin, hati suaminya pun ternyata milik orang lain. Kalau aku jadi si Alena itu, sudah lama kutinggalkan suami macam begini."