Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan
Nathan memutar matanya ke arah Luis, lalu bertanya dengan penasaran pada Nia, "Tapi kalau Kak Nia menginginkan sebuah peran, bukankah perusahaan produksi seharusnya memberikan peran itu padamu langsung? Mengapa kamu masih harus memperjuangkannya?"
"Naskah dan peran yang bagus layak diperjuangkan," kata Nia sambil menarik napas dalam-dalam. "Demi mendapatkan peran ini, aku membaca novel aslinya lebih dari sepuluh kali, menyusun garis besarnya, dan bahkan menulis biografi untuk setiap karakter. Terutama untuk pemeran utama wanita yang ingin aku perankan itu. Catatan yang kutulis sampai begitu tebal. Aku sungguh menyukai naskah dan peran ini. Aku bahkan mengatakan pada sutradara kalau aku nggak