Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pacar CEO Batal Nikah, Aku Langsung Menghilang!

Pacar CEO Batal Nikah, Aku Langsung Menghilang!

Menjalin cinta selama tujuh tahun, pacarku yang seorang CEO sudah 99 kali membatalkan rencana untuk buat akta nikah denganku. Pertama kali, ketika asisten perempuan barunya terkunci di kantor, dia segera bergegas kembali dan meninggalkan diriku di depan kantor catatan sipil sampai tengah malam. Kelima kali, saat kami sedang berfoto bersama, dia mendengar asistennya diganggu oleh klien dan kembali untuk menolongnya, meninggalkan aku menjadi bahan ejekan orang lain. Sejak itu, setiap kali kami hendak membuat akta nikah, selalu ada kesulitan yang menimpa asistennya. Akhirnya aku benar-benar putus asa, dan memilih untuk pergi. Setelah aku pindah dari Kota Niros, dia malah dengan terobsesinya mencariku selama lima tahun.
Baca
Tambahkan
Cinta Pertama yang Tak Tergantikan

Cinta Pertama yang Tak Tergantikan

Selama delapan tahun, keberadaanku di kerajaan bisnis Leonardo Wistara bagaikan hantu yang tak terlihat. Pada siang hari, aku menjadi asisten eksekutifnya, bekerja bagaikan mesin yang menggerakkan bisnis gelapnya. Namun pada malam hari, aku menjadi burung peliharaan paling patuh di sangkar emasnya. Sesosok tubuh tanpa nama di ranjangnya. Aku mencintai dia dengan pengabdian yang nyaris berubah menjadi kegilaan, api cinta konyol yang kupelihara sejak aku masih jadi mahasiswa penerima beasiswa yang terseret masuk ke dalam orbit pria itu. Aku percaya cinta rahasiaku suatu hari bisa mencairkan hatinya. Namun, ternyata aku salah. Suatu hari Isabel, cinta pertama Leonardo yang sulit dilupakan, kembali muncul. Di hari yang sama, sosok pria yang selama ini kukenal langsung lenyap. Senyum langka yang dulu hanya untukku, kini semuanya untuk Isabel. Kebersamaanku dengannya seolah-olah dihapus begitu saja, digantikan dengan kehadiran cinta pertamanya. Bahkan ketika Isabel menjebakku, Leonardo tetap memercayainya tanpa ragu. Dia selalu memilih Isabel, setiap saat. Aku pun menyerahkan surat pengunduran diri. Leonardo menandatanganinya tanpa menoleh padaku. Dia mengira aku akan merangkak kembali padanya, memohon dengan hati yang hancur. Namun, dia salah. Sementara dia sibuk bermain rumah-rumahan dengan "Darling" kesayangannya, aku diam-diam menata ulang seluruh hidupku. Bersiap-siap untuk menghilang dari dunia pria itu, untuk selamanya.
Cerita Pendek · Mafia
4.2K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Cinta yang Telah Menjadi Masa Lalu

Cinta yang Telah Menjadi Masa Lalu

Keributan pecah di rumah sakit. Keluarga pasien mengamuk, pisau terhunus dan diayunkan membabi buta. Refleks, aku mendorong suamiku, Elvano Wiratama, agar selamat. Namun, bukannya menghindar, dia justru menarik tanganku, menjadikanku tameng hidup demi melindungi adik juniornya. Pisau itu menembus perutku. Dan seketika… bayi kecilku yang baru saja terbentuk, hilang untuk selamanya. Saat para rekan dokter histeris berusaha membawaku ke ICU, suamiku malah menarik tubuhku jatuh dari brankar. Wajahnya dingin tanpa rasa iba. “Selamatkan dulu juniorku!” bentaknya bengis. “Kalau dia sampai celaka, kalian semua…akan kupecat!” Suasana membeku. Semua mata terbelalak, kaget sekaligus marah. “Elvano, kamu sudah gila! Lihat dia… dia cuma lecet sedikit, sementara istrimu… dia sekarat!” Aku menahan darah yang terus mengalir dari perutku. Aku mengangguk pasrah. “Nggak apa-apa… lakukan saja… begitu,” ucapku lirih, nafasku berat. Elvano, setelah utang ini terbayar, aku tak lagi berutang apa pun padamu.
Baca
Tambahkan
Biarlah Kita Berakhir di Sini

Biarlah Kita Berakhir di Sini

"Nona Lea, apa Anda yakin mau mendonorkan semua organ tubuh Anda?" "Iya, aku yakin." Setelah Lea mengatakan ini, dia tersenyum seperti sudah bebas. Dokter malah kaget dan membujuknya lagi, "Meski kanker Anda sudah mau masuk stadium akhir, asal Anda rawat inap dan melawan penyakit ini dengan semangat, mungkin bisa memperpanjang hidup Anda."
Baca
Tambahkan
Patah Hati Jam 4 Pagi

Patah Hati Jam 4 Pagi

Pukul 4 pagi, suamiku, Arvian, membangunkanku dengan lembut. Suaranya lembut, "Elisa, sayang, bisakah kau melakukan sesuatu untukku?" Tapi kata-katanya berikutnya menghancurkan semua harapan. "Selina lapar. Buatkan dia sup ikan." Selina adalah pembantu kami, dan dia juga selingkuhan Arvian yang sedang hamil. "Aku baru saja mendapat ikan yang segar. Pergi ke dapur dan buatkan semangkuk sup untuknya. Khusus untuk pewaris Keluarga Mahendra." Aku menolak dengan suara yang dingin. Amarahnya pun menyala dalam sekejap. "Jangan keterlaluan, Elisa." "Apa membuat sup itu terlalu sulit bagimu?" Aku menggeleng dan tetap diam. Tangannya mengusap pipiku, dan senyum merendahkan tersungging di bibirnya. "Baiklah, Elisa. Jadi kau sudah berani menentangku sekarang." "Pikirkan baik-baik, Elisa. Apa kau benar-benar ingin tetap menjadi bagian dari Keluarga Mahendra?" "Dan posisi sebagai pengacara keluarga? Pikirkan apa kau masih menginginkan semua itu... lalu beri aku jawabanmu." Melihat kesombongan di matanya, sisa cinta terakhirku padanya pun lenyap. Aku mengeluarkan ponsel dan menekan nomor yang sudah lama tak kuhubungi. "Aku ingin keluar dari Keluarga Mahendra."
Cerita Pendek · Mafia
3.0K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Buah Cinta Pengkhianatan Suamiku

Buah Cinta Pengkhianatan Suamiku

"Bu Kate, kamu sudah enam kali menjalani program bayi tabung supaya bisa hamil. Kamu benar-benar ingin menyerah? Apa Pak Stuart juga setuju untuk menggugurkan anak ini?""Aku yakin, dia akan setuju." Suara Kate serak setelah semalaman tidak tidur. Namun, pikirannya tidak pernah sejernih ini. "Operasi sudah kami jadwalkan seminggu lagi." Seminggu lagi adalah hari ulang tahun pernikahannya dengan Stuart. Bagus juga. Kalau harus diakhiri, biarlah berakhir dari tempat semuanya dimulai. Setelah memesan tiket pesawat untuk pergi jauh, tangan Kate perlahan menyentuh perutnya. Di dalam sana tumbuh satu kehidupan kecil yang belum terbentuk sempurna. Lima tahun terakhir, dia menantikan kehadiran anak ini dengan penuh harap. Siapa sangka, di hari ketika harapannya akhirnya terwujud, justru dia memilih untuk melepaskan.
Baca
Tambahkan
Dibuang oleh Keluarga

Dibuang oleh Keluarga

Di hari acara pernikahan, pacarku, Thomas Samono, tiba-tiba menghentikan upacara pernikahan. Hanya karena Yana Amerta mengunggah di media sosial bahwa dia telah kembali. Thomas membuang cincin pernikahan rancangannya sendiri dan meninggalkan tempat upacara pernikahan tanpa menoleh ke belakang. Aku terdiam di tempat dalam balutan gaun pengantinku, kakakku yang sedari tadi menopang melepaskanku, “Cindy Marissa, kamu selalu kuat, aku tahu kamu bisa menghadapi ini sendiri, sekarang Yana lebih membutuhkanku daripada kamu.” Setelah mengatakan itu, dia juga pergi. Mereka pergi demi wanita yang sama, meninggalkanku sendirian. Malam itu, setelah membereskan kekacauan acara pernikahan, Yana mengirimkan foto kepadaku. Dalam foto itu, Thomas dan kakakku berada di samping tempat tidurnya. Kalung buatan Thomas ada di leher Yana. Gaun pengantin rancangan kakakku dikenakan oleh Yana. Semua barang-barang ini seharusnya milikku. Akhirnya aku menyerah dan menelepon sambil menangis, “Ayah, ibu. Aku berubah pikiran, aku ingin pulang.”
Baca
Tambahkan
Kata Mereka, Aku Suka Cari Perhatian

Kata Mereka, Aku Suka Cari Perhatian

Aku meninggal di hari aku memenangkan Penghargaan Doktor Medis Global. Tiga jam setelah kematianku, orang tua, kakak laki-laki, dan tunanganku baru saja pulang dari pesta ulang tahun ke-16 adik perempuanku. Ketika adikku mengunggah foto keluarga kami saat merayakan ulang tahunnya di media sosial, aku sedang terbaring di ruang bawah tanah yang tertutup rapat dan berlumuran darah. Aku mencoba menggunakan lidahku untuk menggeser layar ponsel dan meminta bantuan. Di antara kontak darurat, hanya tunanganku yang menjawab panggilanku. Artinya orang tua dan kakakku telah memblokir nomorku. Begitu telepon diangkat, tunanganku hanya mengucapkan satu kalimat, “Karin, pesta ulang tahun Lina yang ke-16 itu sangat penting. Jangan pakai alasan nggak masuk akal untuk cari perhatian kami dan bersikap manja lagi!” Dia menutup telepon dan memutus harapan terakhirku untuk bertahan hidup. Jantungku berhenti berdetak karena nada sibuk telepon. Ini adalah ke-100 kalinya mereka memilih adikku, ke-100 kalinya mereka mengabaikanku, mengecewakanku, dan ini juga yang terakhir. Aku terbaring di dalam genangan darahku sendiri, merasakan napasku perlahan berhenti. Mereka mengira aku kabur dari rumah lagi sebagai alasan untuk melampiaskan ketidakpuasanku. Mereka pikir bahwa selama mereka memberiku pelajaran, aku akan kembali dengan patuh seperti 99 kali sebelumnya. Sayangnya, itu tidak akan terjadi kali ini. Karena aku tidak pernah meninggalkan rumah, aku terus terbaring di ruang bawah tanah rumahku.
Baca
Tambahkan
Antara Cinta dan Keyakinan

Antara Cinta dan Keyakinan

Di tahun kelima pernikahan tanpa hubungan suami istri, sebuah pesan teks tentang suamiku yang meninggalkan duniawi dan saudara perempuan angkatnya yang sedang menginap di hotel muncul. Detik berikutnya, foto pribadiku yang mengenakan pakaian seksi untuk menggoda suamiku, tetapi ditolak dengan dingin, terkirim ke grup obrolan kerja. Grup obrolan kerja itu penuh dengan sarkasme, [Awalnya, berusaha mati-matian memaksa menikah dengan Pak Jason, Pak Jason menjadi biksu untuk melindungi kepolosannya, sehingga dia harus berpisah dari kekasihnya.] [Pak Jason menahannya selama lima tahun, wajar baginya untuk kehilangan kendali atas emosinya dan kembali bersama kekasihnya.] Ayah yang sakit parah meninggal karena syok, tetapi suamiku bahkan tidak menghadiri pemakaman. Malam itu, aku berlutut di depan Ibu Jason dan mengajukan perceraian. “Awalnya, kamu bilang aku adalah jodoh Jason, pernikahan kami akan memberinya masa depan yang cerah, jadi kamu rela membayar biaya pengobatan yang sangat mahal dan menyetujui perjanjian lima tahun denganku.” “Sekarang waktunya telah tiba dan kamu harus melepaskanku.”
Baca
Tambahkan
Godaan Di Balik Jebakan Untuknya

Godaan Di Balik Jebakan Untuknya

Aku adalah seorang fotografer khusus foto pribadi. Malam itu, sahabatku sejak masa kuliah memintaku untuk memotret dia dan istrinya dalam sebuah sesi foto pribadi. Awalnya, semuanya terasa normal, sampai dia mengajukan permintaan yang benar-benar aneh. "Wade, bisa nggak kamu penuhi permintaan istriku sekali ini saja?" Kalimat itu membuatku tertegun. Aku tidak tahu apakah dia serius atau hanya bercanda. Namun, sorot matanya menunjukkan bahwa dia bersungguh-sungguh. Cerita ini pun menjadi awal dari sesuatu yang tak terduga. Apakah permintaannya benar-benar sebatas profesionalisme fotografi atau ada maksud lain di baliknya?
Cerita Pendek · Gairah
5.0K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
3031323334
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status