Ada lagu yang setiap kali masuk, seolah mesin waktu kecil itu menyala: buat aku, itu selalu 'Kangen' dari Dewa 19. Nada gitarnya yang pelan, vokal yang melambung, dan kebisuan di antaranya sering bikin aku melamun sampai lupa waktu. Dulu, pas SMA, lagu ini sering diputar waktu hujan dan aku duduk memandangi jendela kos—entah kenapa vokal Ari Lasso seperti ngeterap ke ruang kosong di hati. Liriknya bukan sekadar rindu biasa; ada beban, ada penyesalan, ada ruang untuk menyesuaikan kenangan. Itulah yang bikin tiap barisnya memicu gambar—telepon yang tak berdering, chat yang diam, foto yang kuselipkan di dompet. Selain itu, ada juga 'Photograph' dari Ed Sheeran yang selalu bikin aku kangen dengan hal-hal kecil: bau baju, goresan di meja, atau tawa yang sekarang cuma ada di potongan-potongan foto. Struktur lagunya simple, tapi cara Sheeran menyanyikan kata-kata tentang menyimpan seseorang di foto membuat momen-momen biasa terasa sakral. Waktu aku lagi jarak jauh dari seseorang yang penting, lagu ini jadi playlist wajib sebelum tidur; kadang aku sengaja memutar bagian yang bilang "we keep this love in a photograph" sambil menatap layar ponsel sampai baterai hampir habis. Kalau mau nuansa yang lebih getol, 'I Miss You' dari Blink-182 ngasih rasa rindu yang campur aduk sama frustrasi dan kocak—cocok buat malam-malam ketika kangen itu nggak melulu sedih, tapi juga bikin sebal sendiri. Lalu ada 'Someone Like You' dari Adele yang, buatku, membawa nuansa penerimaan yang pahit: rindu yang akhirnya harus dilepaskan. Musik-musik ini ngaruh karena mereka bukan hanya tentang kehilangan; mereka memberi tempat buat ngerasain rindu dalam bentuk yang spesifik—ada nostalgia, ada ritual, ada soundtrack untuk memproses. Jadi, kalau kamu nanya lagu mana yang paling bikin aku teringat, jawabannya berubah-ubah tergantung mood: sedih-dalam jadi 'Kangen', lembut-penuh memori jadi 'Photograph', dan frustasi-nostalgia jadi 'I Miss You'. Di akhir hari, aku suka menyusun daftar kecil dan membiarkan satu lagu memimpin perjalanan kenangan itu, lalu tertawa sendiri karena musik bisa begitu kuatnya membawamu ke momen yang bahkan sudah lama berlalu.