Setiap kali orang menanyakan arti kata 'nerd' dalam bahasa Indonesia, aku suka menjelaskan dengan contoh karena kata itu punya nuansa yang agak kompleks.
Secara sederhana, 'nerd' sering diterjemahkan menjadi 'kutu buku' — seseorang yang sangat tekun belajar atau terlalu asyik dengan hobinya sampai terkadang terlihat kurang peka soal kehidupan sosial. Tapi itu terjemahan kasar. Dalam praktik sehari-hari aku sering bilang 'nerd' ke teman yang super jago teknologi, sains, atau komik—bukan cuma yang suka baca buku. Jadi di Indonesia kamu akan mendengar orang bilang 'dia itu kutu buku' atau langsung memakai kata 'nerd' dalam percakapan sehari-hari, terutama di kalangan anak muda yang nongkrong online.
Ada juga sisi positifnya: banyak orang menegaskan bahwa jadi 'nerd' berarti punya gairah mendalam terhadap sesuatu — coding, anime, fisika, atau board game — dan itu bukan hinaan kalau diucapkan dengan nada bangga. Puluhan istilah lain yang mirip seperti 'geek' juga dipakai, meski beberapa orang membedakan 'geek' sebagai penggemar fanatik dan 'nerd' sebagai orang yang sangat akademis atau teknis. Buatku, kata ini lebih sering dipakai dengan kasih sayang sekarang — sebuah label yang menunjukkan kecintaan yang tulus pada hal tertentu, bukan sekadar cap negatif.