Kembalinya Istri Sah sang CEO
“Aku terbangun di sebuah tempat yang gelap dan berbau amis pekat. Di sekitarku ada banyak orang yang terluka, termasuk aku sendiri. Luka yang paling parah ada di mukaku. Karena nggak sempat ditangani dengan baik, akhirnya jadi meninggalkan bekas.”
Ketika Terry baru saja berbicara sampai di sana, jari-jari Rachel tiba-tiba menegang, dan dia melihat pria itu dengan tatapan yang sangat kompleks.
“Kenapa berhenti?” tanya Peter dengan suaranya yang halus.
“Rachel, kamu keluar sebentar,” ujar Terry.
Ingatan yang akan Terry ceritakan berikutnya seratus kali lipat lebih kejam dari apa yang sudah dia ceritakan barusan, dan dia tidak yakin apakah Rachel sanggup menerimanya.
Hot Chapters