ANAK TUKANG CUCI PIRING
Merasa tak bisa mengeluarkan kalimat, aku hanya bisa mengangguk menahan rasa gugup.
“Kalau boleh tahu, makanan kesukaanmu apa?” tanyaku memberanikan diri lagi. Dia tersenyum.
“Banyak. Tapi aku sangat suka olahan udang buatanmu waktu pertama kali kamu memasak di rumah.” Dadaku kian berdebum mendengar jawabannya. Dia tidak sedang bergombal, bukan?
“Kalau kamu, suka makanan apa?” Mendengar pertanyaannya aku terdiam. Selama ini aku merasa tak memiliki makanan favorit, karena sewaktu dulu, bisa makan nasi saja sudah sangat bersyukur.