Klinik Aborsi
tanyaku penasaran.
"Tenang, nanti aku yang atur," jawabnya, "lagipula, aku banyak teman yang jadi pejabat di sini, semua bisa kita atur."
Aku mengiyakan saja semua rencananya yang tampak begitu matang. Mungkin, karena Mia sudah terampil dan berpengalaman dalam menjalankan bisnis ini. Sesekali perutku terasa mual saat mendengar cerita pengalaman Mia di sana. Dia bukan hanya membuka praktek aborsi, tapi juga terlibat perdagangan janin manusia. Katanya, di sana janin-janin bayi itu barang yang paling dicari oleh perusahaan kosmetik juga beberapa restoran yang menyajikan menu sup janin. Janin dipercaya oleh sebagian orang di sana sebagai asupan makanan pembangkit libido laki-laki.
Hot Chapters