Pacar Kontrak Sang CEO
Adrian harus pura-pura menjadi Pacar seorang CEO yang dingin.
Tugasnya sederhana, setidaknya di atas kertas. Adrian hanya perlu mendampingi Alana di acara-acara sosial kelas atas dan bersandiwara di depan media untuk menjaga reputasi sang CEO. Namun, begitu masuk ke lingkaran elit, hidup Adrian yang tenang berubah menjadi kekacauan total. Ia harus berhadapan dengan kilatan kamera paparazzi, persaingan bisnis yang licin, hingga tekanan dari keluarga Alana yang menuntut kesempurnaan.
Di tengah hiruk-pikuk kepalsuan itu, tembok es yang dibangun Alana perlahan mulai retak. Garis antara profesionalitas dan perasaan pribadi menjadi kabur saat sang CEO mulai menunjukkan sisi posesif yang tidak ada dalam kontrak.
Saat masa kontrak hampir berakhir dan Adrian bersiap kembali ke hidupnya yang sederhana, Alana justru mengajukan revisi kontrak yang paling berbahaya bagi jantung Adrian. Di bawah gemerlap lampu kota, ia memberikan tawaran terakhir:
“Kalau aku minta kamu tetap di sisiku… kali ini tanpa kontrak, apa kamu masih mau?”