Pisau tradisional Maluku seperti 'parang salawaku' atau 'badik' memang dirancang untuk multi-fungsi, termasuk berburu. Tapi perlu diingat, ini bukan senjata modern dengan presisi tinggi. Di hutan, parang lebih berguna untuk membuka jalan atau memotong ranting daripada memburu hewan. Pengalaman pribadi melihat penggunaan senjata tradisional ini selalu lebih ke alat bertahan hidup sehari-hari ketimbang khusus berburu.
Ada cerita menarik dari seorang tetua di Ambon yang bilang, dulu parang digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan setelah hewan terjebak perangkap, bukan sebagai alat utama berburu. Jadi lebih seperti 'finishing tool' dibanding senjata aktif. Kekuatan budaya di balik senjata tradisional ini justru lebih menarik daripada fungsinya sebagai alat berburu.