Novel 'Terjebak Dalam Penyesalan' ini bikin aku terkesan banget sama karakter utamanya, Rendra. Awalnya kupikir dia cuma tokoh biasa yang terjebak dalam konflik klise, tapi ternyata perkembangannya bikin nagih. Dia digambarkan sebagai orang yang awalnya egois, tapi setelah mengalami berbagai kejadian pahit, perlahan berubah jadi lebih bijak. Yang kusuka, penulis nggak langsung membuatnya 'sempurna'—proses perubahannya berantakan dan realistis, kayak manusia beneran.
Ada satu adegan di mana Rendra akhirnya minta maaf pada adiknya setelah bertahun-tahun memendam rasa bersalah. Itu bikin aku merinding karena dialognya sangat manusiawi, penuh ketidaksempurnaan. Justru di situlah keindahan ceritanya: penyesalan itu nggak pernah hitam putih, dan Rendra sebagai karakter berhasil membawa nuansa itu dengan sempurna.