Selubung Memori
Kebetulan bodoh, aku menemukan tempat keempat, yang barangkali harus kusimpan dalam ingatan karena musuh menarget tempat itu.
Jadi, ketika kami mendarat, aku tidak lagi mendapat keanehan seolah area sekitarku berubah. Pemandangannya sudah jembatan pembatas Padang Anushka, dengan gapura yang bertuliskan aksara kuno. Aku berani sumpah kemampuan baca aksara kuno milikku tidak terlalu buruk, tetapi membaca tulisan di gapura itu cukup membuatku mengerutkan kening. Setelah beberapa detik menatapnya, aku mengerti itu tulisan: PADANG ANUSHKA. Sayangnya, sedetik setelah aku berhasil sadar, Profesor Merla menarikku. “Jangan kebanyakan bengong,” katanya.
“Kita tepat waktu,” sebutku.
Bab Populer