Menantu Tegas, Ipar Panas, Mertua Lemas
53. Kepolosan Ibu (Bagian B)
"Astaghfirullah, Bu! Kalau itu alasannya, kenapa tanah itu tidak dibuat nama Ambar saja?" tanya Kak Dewi tidak habis pikir.
"Memang bisa?" tanya Ibu polos. "Wong, kata Gery surat yang ingin di jaminkan ke bank, haruslah atas nama kepala keluarga," lanjut Ibu tanpa dosa.