Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ipar Pergi Saat Kami Tak Punya Uang Lagi

Ipar Pergi Saat Kami Tak Punya Uang Lagi

imbuh Lisa membenarkan ucapan kakaknya, tapi terpotong dengan panggilan ayahnya. "Fikri, Lisa ...." ucap Mas Farhan yang sedari tadi diam, "jangan pernah mengukur kebaikan seseorang karena orang itu mampu memberikan sesuatu. Kadang, orang baik tidak mampu memberikan materi, tetapi, dia tulus mendoakan untuk kebaikan. Kalaupun ada orang yang menurut kita tidak tepat, lebih baik didoakan. Sekarang kita makan dulu, jangan bicara yang aneh-aneh, apalagi membicarakan keburukan orang." "Iya, Ayah," sahut mereka bersama-sama.
1037.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai pidato tentang akhlak yang baik
Baca
+Pustaka
Istri yang Kau Remehkan

Istri yang Kau Remehkan

"Lagi-lagi kamu mencoba menjadi orang kelas atas, Suri. Kamu temukan di mana analogi seperti itu? Dari internet ya? Halah, kamu cuma tamatan SMP. Tidak usah sok-sok-an menggunakan analogi-analogi kelas tinggi. Tidak pantas, Suri. Saya tahu siapa sesungguhnya dirimu. Cuma mantan buruh jahit kampungan saja gayamu selangit. Cuih!" "Jangan takabur, Bu Murni. Untuk menjadi pintar, orang bisa diajari belajar. Untuk menjadi cantik, orang hanya perlu berdandan. Tapi untuk memiliki akhlak yang baik, tidak bisa dipelajari. Itu bawaan lahir. Orang pintar dan cantik seperti ibu, bisa saja tidak memilikinya. Sementara orang yang Ibu anggap kampungan, memilikinya. Sampai di sini, paham ya Ibu yang pintar
1082.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai pidato tentang akhlak yang baik
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status