Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bismillahmu Bukan Untuk Aku

Bismillahmu Bukan Untuk Aku

Yuniar Putri
Faranisa Cantika adalah seorang perempuan yang ulet dan cerdas. Sesuai makna namanya, Faranisa memiliki karakter kuat sebagai perempuan yang terampil. Perempuan yang biasa dipanggil Nisa itu juga merupakan gadis yang selalu riang. Namun, kehidupannya mendadak jungkir balik ketika ia mulai menaruh rasa pada salah satu rekan kerjanya, Ahmad Tarek Bahrudin Mahadi. Berada di lingkungan kerja baru merupakan tantangan buat Nisa. Ia harus mampu beradaptasi dengan lingkungan pondok pesantren yang benar-benar asing untuknya. Nisa lahir dan besar dalam keluaga yang tak terlalu keras dalam hal spritual. Memang ketika setelah lulus sekolah dasar, ia sempat masuk Madrasah Tsanawiyah, namun tentu saja lingkungan pondok sangat berbeda. Apalagi Nisa saat ini menjadi guru, tentu saja ia harus mampu menjadi referensi sosial untuk muridnya. Kehidupan Nisa yang berat mendapat hawa segar ketika ia menyadari pesona seorang lelaki berkacamata yang biasa disapa dengan Kang Bahrudin. Lelaki itu berparas manis, cerdas, dan sangat humoris. Sayangnya kisah cinta Nisa tak semudah drama Korea. Ia harus melewati banyak hal untuk mengetuk pintu hati lelaki dambaannya. Intrik, fitnah, dan air mata akan mewarnai sepak terjang Nisa dalam memperjuangkan perasaannya terhadap Bahrudin. Sementara Bahrudin seperti batu yang keras, tak bergerak dan terkikis sedikitpun oleh perjuangan Nisa. Ia bahkan cenderung anti pati terhadap Nisa.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai pintu teralis
Baca
+Pustaka
Tanpa Ayah di Hari Terakhir

Tanpa Ayah di Hari Terakhir

Suamiku … seorang komandan resimen yang telah menikah denganku selama sepuluh tahun, kutahan di luar ruang duka anak kami. Bukan tanpa alasan. Sebelum mengembuskan napas terakhirnya, anakku meninggalkan tiga permintaan terakhir. Permintaan pertama … Untuk sementara waktu, jangan beri tahu ayah tentang kematiannya. Dia takut ayahnya akan bersedih. Permintaan kedua …. Masakkan makanan kesukaan ayah, lalu mintalah ayah menemaninya merayakan ulang tahunnya yang terakhir. Dan permintaan ketiga …. Jika ayah tak datang, maka pastikan, benar-benar pastikan, jangan pernah biarkan pria itu muncul lagi di depan makamnya. Jadi, setelah anakku tiada …. Meski hujan deras mengguyur di luar aula duka. Meski pria itu berdiri dengan mata merah dan tubuh gemetar. Meski tangisnya pecah histeris di balik pintu ruang duka …. Aku tetap tak membiarkannya mendekati anakku. Bahkan selangkah pun tidak. Tiga hari lalu, Yuda Saloka menghabiskan semalaman bersama cinta pertamanya. Bersama anak perempuan itu, mereka menyalakan kembang api. Saat pulang, dia membawa sebuah tas sekolah baru. Katanya … sebagai pengganti karena telah melewatkan ulang tahun anak kami. Tapi dia mengerutkan kening, tak mengerti alasan air mata di sudut mataku. “Cuma ulang tahun saja, ‘kan? Nanti juga bisa dirayakan lagi.” Saat itu, dia belum tahu … Anak kami … yang baru berusia lima tahun … telah meninggal karena asma. Dan takkan pernah lagi punya kesempatan menyambut hari pertamanya bersekolah.
3.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai pintu teralis
Baca
+Pustaka
Suamiku, Aku Tak Sudi Mengejarmu Lagi!

Suamiku, Aku Tak Sudi Mengejarmu Lagi!

Demi biaya pengobatan suamiku yang mengalami kecelakaan, aku terpaksa meninggalkannya. Ibu mertuaku berjanji akan menanggung semua biaya perawatannya, dengan satu syarat, aku harus pergi dari hidupnya. Diam-diam, aku membawa serta anak dalam kandunganku. Aku tak pernah membayangkan harus memilih antara tetap di sisi suamiku atau memastikan dia mendapatkan perawatan yang layak. Tapi ibu mertuaku tak memberiku pilihan lain. "Jika kau benar-benar mencintainya, buktikan dengan menghilang dari hidupnya," katanya dingin, menatapku dengan penuh kebencian. "Kamu sudah cukup membawa sial dalam hidupnya." Dadaku sesak. Aku ingin membela diri, ingin berteriak bahwa aku bukan penyebab semua ini. Tapi saat aku menoleh ke arah Arfan, terbaring lemah dengan nafas yang bergantung pada alat medis, aku tahu aku tak punya pilihan lain. Malam itu, dengan tangan gemetar, aku mengemasi barang-barangku. Tak banyak yang kubawa, hanya beberapa pakaian, sedikit uang, dan tentu saja, rahasia terbesar yang ku sembunyikan dari ibu mertuaku, kehidupan kecil yang tumbuh dalam rahimku. Sebelum pergi, aku berdiri di ambang pintu kamar rumah sakit, menatapnya untuk terakhir kali. Aku ingin menyentuhnya, menggenggam tangannya, membisikkan bahwa aku mencintainya dan berharap dia segera sadar. Tapi aku takut. Takut jika aku menunggu lebih lama, aku tak akan sanggup pergi. "Aku mencintaimu," bisikku pelan, lalu melangkah pergi, meninggalkan hatiku bersamanya.
104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 141 kali sebagai pintu teralis
Baca
+Pustaka
Kematian Diana Mustera

Kematian Diana Mustera

Malam sebelum pernikahanku, aku baru mengetahui bahwa aku hamil. Dan, pada malam itu juga, aku mengetahui bahwa tunanganku telah memilih wanita lain untuk memberinya anak pertama. Andre Diandra, pewaris kerajaan bisnis mafia dan pria yang pernah bersumpah bahwa aku adalah satu-satunya wanita yang akan dicintainya, pulang membawa aroma parfum wanita lain di bajunya dan mengatakan kepadaku, seolah-olah itu adalah hal yang paling masuk akal di dunia, bahwa itu semua hanyalah pengaturan medis. Janda temannya yang telah meninggal membutuhkan seorang ahli waris, dan setelah aku gagal memberinya seorang anak melalui enam puluh enam kali program bayi tabung, dia memutuskan bahwa ini adalah solusi terbaik untuk semua orang. Aku tidak mengatakan apa pun. Aku membiarkannya melanjutkan persiapan pernikahan. Aku membiarkannya percaya bahwa aku akan tetap berjalan di altar dan menjadi Nyonya Diandra. Tetapi, sementara dia merencanakan upacara pernikahan kami, aku merencanakan kepergianku. Pada hari pernikahan kami, gedung itu akan tetap membuka pintu, dan para tamu akan tetap datang. Upacaranya pun akan tetap dimulai. Tetapi pengantin wanita yang dikhianati Andre akan mati di sana. Pada saat dia mengetahui kebenaran, bahwa aku telah mengandung anaknya selama ini, aku sudah pergi dengan nama baru, membawa anaknya ke suatu tempat yang tidak akan pernah bisa dia jangkau.
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai pintu teralis
Baca
+Pustaka
Demi Selingkuhan, Kakak Rela Mengorbankan Kami

Demi Selingkuhan, Kakak Rela Mengorbankan Kami

Di kehidupan sebelumnya, kakakku rela mengantar wanita simpanannya keluar kota hanya karena wanita itu bilang ingin melihat hujan meteor. Dia pun membawa seluruh pengawal di rumah dan mengemudi keluar kota demi menciptakan malam hujan meteor untuk wanita itu. Tak disangka, musuh lama yang pernah dihancurkan oleh kakakku malah memanfaatkan kesempatan itu untuk menyelinap ke rumah. Dia berusaha membantai seluruh keluarga sebagai pembalasan dendamnya. Ibu berjuang mati-matian untuk melindungiku. Dia terluka parah dan nyaris kehilangan nyawa. Aku terus-menerus menelepon kakakku, memohon agar dia segera pulang membawa bantuan. Akhirnya, dia pun terpaksa pulang bersama pengawal. Musuhnya berhasil ditangkap, tapi malah datang kabar buruk dari luar kota. Wanita simpanan itu meninggalkan sepucuk surat dan menghilang. Entah hidup atau mati, tak ada yang tahu. Dalam suratnya, dia menuduhku dengan kejam. Katanya aku sengaja memancing kakakku menjauh darinya, hingga dia disiksa oleh musuh dan memilih mengakhiri hidup. Kakakku hanya membakar surat itu tanpa ekspresi dan menyuruhku jangan memikirkannya. Setelah kejadian itu, kakak pun disalahkan. Ayah memutuskan menyerahkan kendali perusahaan padaku. Namun, di malam perayaan syukuran itu, aku dibunuh oleh kakakku di kamar tidurku sendiri. Wajahnya tanpa emosi dan berkata, “Orang sekejam kamu memang pantas mati.” “Yang seharusnya mati itu kamu! Aku yang seharusnya menjadi pewaris keluarga ini!” Aku mati tak tenang, tapi saat membuka mata kembali, suara pintu vila didobrak oleh para musuh pun terdengar dari luar.
8.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 338 kali sebagai pintu teralis
Baca
+Pustaka
Menyerahkan Gairahnya Padanya

Menyerahkan Gairahnya Padanya

Pada hari jadi pernikahan pertama kami, aku baru menyadari bahwa sekotak pengaman yang kubeli sebelum pernikahan sudah lama kedaluwarsa. Tidak akan ada yang percaya, suamiku yang seorang mafia, Alvaro Munandar, dan aku belum pernah berhubungan seks. Jadi, aku mengumpulkan keberanian untuk membeli satu set piyama seksi. Setelah tiga gelas wiski, begitu Alvaro mendorong pintu masuk, aku memeluknya erat-erat. “Sayang,” bisikku di telinganya. “Tidurin aku hari ini, aku menginginkanmu...” Tetapi Alvaro menepis tanganku dengan dingin dan kejam, seolah-olah sedang mengeluarkan pistol. “Raina, kamu pelacur ya?” “Melakukan hal-hal yang tidak tahu malu berulang kali. Jika kamu benar-benar kesepian, aku akan memesankan beberapa mainan agar kamu bisa bermain sepuasnya.” Wajahku langsung pucat dan aku membeku. Aku tidak mengerti kenapa seorang istri dianggap 'pelacur' ketika dia meminta belaian dari suaminya. Malam itu, aku meringkuk di sofa dan tak kuasa menahan diri untuk mengunggah sesuatu di media sosial. [Suamiku memiliki fungsi seksual normal, kenapa dia tidak menyentuhku setelah menikah?] Seseorang berkomentar, [Mungkin suamimu punya istri lain.] Komentar itu seperti pisau, menusukku hingga tersadar. Aku tiba-tiba menyadari, mungkin bukan karena aku kurang menarik secara seksual, melainkan karena dia memang bukan milikku. Saat aku menekan tombol hapus akun, aku juga memutuskan untuk pergi. Tetapi siapa sangka bahwa pria yang tidak pernah melirikku akan menjadi gila dan mencariku setelah aku menghilang. “Raina, setelah kamu pergi, aku tak pernah bisa ereksi lagi!”
6.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 241 kali sebagai pintu teralis
Baca
+Pustaka
THE SHADOWED LEGACY

THE SHADOWED LEGACY

Aaiyuu_195
**Sinopsis: "The Shadowed Legacy"** Aria adalah seorang gadis muda yang hidup di desa terpencil yang dikelilingi oleh hutan-hutan gelap dan misterius. Kehidupannya berubah drastis ketika dia menemukan sebuah cermin tua yang memiliki kekuatan untuk menghubungkan dunia manusia dengan dunia roh. Tanpa sengaja, Aria membuka pintu ke kegelapan yang mengintai di balik cermin itu, melepaskan roh-roh jahat yang telah terkurung selama berabad-abad. Saat roh-roh jahat mulai merasuki desa dan orang-orang yang dia kenal, Aria menyadari bahwa dia memiliki warisan yang tidak biasa—kekuatan untuk berinteraksi dengan dunia roh. Dengan bantuan Nenek Nyai, seorang wanita tua bijaksana yang memahami misteri dunia gaib, Aria harus belajar mengendalikan kekuatannya untuk menghentikan ancaman yang semakin mendekat. Namun, tugas ini tidak mudah. Kegelapan yang dilepaskan oleh cermin itu terus mengintai, mencoba untuk menarik Aria lebih dalam ke dalam jurang yang tak berdasar. Setiap langkah yang dia ambil membawa ancaman baru, dan setiap kesalahan bisa berarti kehancuran bukan hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi seluruh desa. Dalam perjalanan yang penuh bahaya ini, Aria harus menghadapi ketakutan terdalamnya, menemukan sumber kegelapan yang sebenarnya, dan mencari cara untuk menutup gerbang yang telah dia buka sebelum semuanya terlambat. "The Shadowed Legacy" adalah kisah tentang keberanian, pengorbanan, dan perjuangan melawan kekuatan jahat yang tersembunyi di dalam bayang-bayang warisan keluarga yang gelap. --- Sinopsis ini menggambarkan konflik utama dan tema yang ada dalam novel "The Shadowed Legacy." selengkap nya ada di dalan novel
781 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai pintu teralis
Baca
+Pustaka
Bus Penyelamat

Bus Penyelamat

Zain losta masta
Tak lama kemudian, terdengarlah bunyi suara pintu jeruji besi yang terbuka. Pria malang yang ada di ruangan itu seketika lansung menjerit histeris. Ia sungguh begitu takut. "AA-AA, too-looonnngg!" jeritannya semakin keras memenuhi ruangan di bawah tanah. "Aaaakkkhhhh..." Suara teriakan itu pun berakhir dengan suara cekikan di leher pria tersebut. Menyakitkan. Setelah itu, tubuh pria malang tersebut pun tidak bergeming lagi. Sindi segera bangun dan kembali mengintip dari lubang kecil yang ada di sebelah, dia shock. Pria malang itu tewas mengenaskan dengan kepala yang terlepas dari lehernya. Darah merah bercucuran memenuhi lantai. Psikopat yang kejam itu mulai memotong-motong tubuh pria malang tersebut. Lalu memasukkan potongan-potongan itu ke dalam sebuah keranjang. Ia mengeluarkan hati, jantung, usus, dan semua isi perutnya lalu dia masukkan ke dalam keranjang tersebut. Sindi tak sanggup melihatnya. Dia menjerit ketakutan. "AAAAA!" Sindi menutup kedua matanya. Mendengar suara jeritan tersebut, psikopat itu langsung mengehentikan pekerjaannya. Ia lantas bergegas keluar dari ruangan itu membawa sebilah golok untuk mendatangi Sindi yang berada di ruangan sebelah. Sindi pun menjadi semakin gentar. Jantungnya berdegup tak biasa, seakan ingin segera lepas dari dadanya. "Ja-angan bunuh a-aku.. Tolong.. aku mohon.." Sindi berlutut kepada pria itu dan menangis sejadi-jadinya. Ia sungguh begitu takut. Namun pria itu tak bersuara sedikit pun. Ia hanya terpaku diam menatap Sindi tanpa ekspresi. Wajahnya benar-benar misterius dan menakutkan.
106.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 171 kali sebagai pintu teralis
Baca
+Pustaka
Harga Sebuah Pengkhianatan dan Penghinaan

Harga Sebuah Pengkhianatan dan Penghinaan

Baru saja, setelah hampir mati kehabisan darah, aku berhasil melahirkan pewaris untuk Keluarga Rosano. Namun suamiku, Jerry sebagai orang nomor dua setelah bos di Keluarga Rosano, justru membiarkan orang kepercayaannya yang bernama Sofia merekam proses persalinanku hanya karena bilang dia bosan. Dia merekam semuanya, termasuk saat aku kehilangan kendali atas tubuhku, jeritanku, wajahku yang meringis kesakitan. Setelah itu, dia mengambil tangkapan layar, dan mengubahnya menjadi gambar stiker, lalu menyebarkannya di grup obrolan pribadi keluarga dekat. Dari balik pintu kamar rumah sakit, aku masih bisa mendengar tawa Sofia yang liar. "Jerry, ini hiburan terbaik sepanjang masa. Kau selalu tahu persis apa yang aku inginkan." "Tapi Rana pasti akan mengamuk saat dia bangun dan melihat ini." Efek anestesi belum sepenuhnya hilang. Kelopak mataku terasa berat, namun dalam keadaan setengah sadar, aku masih bisa mendengar nada suara Jerry yang santai dan acuh tak acuh seperti biasa. "Dia nggak akan benar-benar marah. Kau tahu sendiri Rana, dia selalu patuh padaku." "Aku hanya perlu sedikit membujuknya. Lagipula, anak kami sudah lahir sekarang, dia nggak mungkin meninggalkanku." Jari-jariku yang tersembunyi di bawah seprai sutra mengepal erat. Pikiranku dipenuhi dengan semua hal yang telah kukorbankan untuknya selama bertahun-tahun ini. Jerry mungkin telah lupa siapa yang sudah membuatnya menjadi pria yang menguasai jalanan ini. Karena kau sangat suka bermain, maka aku akan memainkan permainan sungguhan denganmu. Pada hari aku pergi, kau akan menyesali semuanya!
7.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 227 kali sebagai pintu teralis
Baca
+Pustaka
HAJATAN MISTERIUS DI RUMAH KEPALA DESA

HAJATAN MISTERIUS DI RUMAH KEPALA DESA

Rangga Wiratama, Kepala Desa Sukamukti, mendapati sesuatu yang tak masuk akal terjadi di rumahnya. Sebuah hajatan besar diselenggarakan atas namanya—tanpa seizin, tanpa perintah, dan tanpa penjelasan. Undangan tersebar ke seluruh warga desa dengan satu perintah mutlak: semua wajib hadir dan dilarang pulang sebelum diizinkan. Sejak hari pertama hajatan berlangsung, kejanggalan demi kejanggalan muncul. Musik gamelan yang seharusnya rusak kembali berbunyi. Dapur rumah terkunci dari dalam, menguar bau anyir yang tak wajar. Tamu-tamu berdatangan dengan wajah kosong, patuh tanpa bertanya. Beberapa orang yang hadir… tidak pernah terlihat lagi. Rangga berusaha mencari jawaban, namun setiap pintu informasi tertutup rapat. Para sesepuh desa justru menatapnya seolah ia bagian dari kesepakatan lama yang telah dilupakan. Perlahan, ia menyadari bahwa jabatannya sebagai kepala desa bukan sekadar posisi pemerintahan, melainkan peran penting dalam ritual turun-temurun yang mengikat seluruh desa. Hajatan itu ternyata adalah bagian dari janji leluhur—sebuah perjanjian kelam untuk menjaga keselamatan desa dengan harga nyawa manusia. Dan rumah kepala desa selalu menjadi pusatnya. Selalu. Di tengah teror yang semakin nyata, Rangga dihadapkan pada pilihan paling kejam: memutus ritual dan menghancurkan desanya, atau meneruskan hajatan dengan mengorbankan orang-orang yang ia lindungi. Namun semakin ia berusaha melawan, semakin jelas bahwa hajatan ini tidak pernah benar-benar berakhir. Ia hanya menunggu untuk diulang, dengan kepala desa yang baru… atau korban yang berbeda. Sebab di Sukamukti, tradisi lebih berkuasa daripada kebenaran, dan undangan hajatan selalu menemukan jalannya sendiri.
334 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10 kali sebagai pintu teralis
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
2526272829
...
31
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status