Yes, I Do
sahut Lilian.
“Iya, boleh,” jawab Cheryl.
Akhirnya kami bertiga kembali jalan sambil membawa tas berisi cokelat.
“Apa kamu sudah bekerja?” tanyaku pada Cheryl.
“Dia seorang Psikolog,” celetuk Lilian.
“Wah, hebat,” pujiku tulus.
“Biasa saja. Aku tidak merasa hebat,” sahut Cheryl sambil tersenyum.
“Seorang Psikolog itu menurutku hebat, karena mereka bisa mendengarkan tanpa terbawa emosi,” ujarku.
Bab Populer