Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Days to Remember

Days to Remember

Lembaran senja menjadi sembilu Sejuta sajak bukan indah terlalu Melainkan pelangi yang tersembunyi benalu Menjadi saksi Sang Maha Tahu Wahai kau, Senja yang mengikat waktu Melepas sembilu menjadi lalu Kemudian hening di fajar yang baru Menanti pelangi berbaju baru. Pagi ini semua tak tampak biasa, banyak murid yang berdiri di depan majalah dinding. Dalam hitungan menit setelah sampai di sekolah, aku bisa mendengar rumor bahwa ada puisi bagus di rubrik mading. Pundakku terasa terangkat, aku bisa merasakan atmosfer teman-teman lainnya yang mungkin saja menyukai puisi yang kutulis kemarin itu. Aku dan Ani, ikut pergi untuk melihat mading, anak-anak kelas sebelah dan kakak kelas juga ikut menger
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai puisi payung teduh
Baca
+Pustaka
Adikku Ingin Jadi Artis

Adikku Ingin Jadi Artis

Siapa yang memayungi ku? Aku memutar balik badan 180 derajat ke arah belakang, sepasang mata teduh menatap ku, sepersekian detik aku terpana, tak ada kata terucap di mulut ini. Pemilik mata coklat itu memegang payung dengan senyuman yang mampu melelehkan hatiku yang beku. Kini kami berada dalam satu payung, di mana ia yang memayungiku. "Jangan mandi hujan, nanti kamu sakit."
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai puisi payung teduh
Baca
+Pustaka
Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

PUISI SATIR TENTANG YANG LUKA DIA TERBANG TAPI TAK PUNYA SAYAP KARENA DEMIKIAN SEKARANG IA SUDAH MERAYAP SAYANGNYA IA TIDAK MERAYAP SESUAI TEMPAT SEHINGGA DEDAUNANNYA ITU JATUH TERLEBIH DAHULU SEBELUM DIRAPAT JIKA DEDAUNANNYA SUDAH RUNTUH APALAH DAYA SEBUAH BUAH YANG TIDAK MEMPUNYAI ALAT FOTOSINTESIS SEBAGAI RUMAH YANG MEMBERINYA BUTUH TENTU BUAH ITU TAK JADI SEGAR TENTU BUNGA ITU TAK JADI MEKAR MEMANG SEBUAH KEJAHATAN TIDAK AKAN LARI DARI PENANGKAPAN MEMANG YANG BAIK ITU AKAN SELALU MENDAPATKAN CELAH KEMENANGAN
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai puisi payung teduh
Baca
+Pustaka
Isyarat Kasih Untuk Awan

Isyarat Kasih Untuk Awan

Senyum dan lesung pipinya mengisyaratkan rasa senangnya. Cloudy segera beranjak dari meja dan tempat duduknya, kala peristiwa itu datang kembali melintas di pikirannya. Ia lupa menutup sebuah sketsa lengan bergambar tato seorang wanita dan barisan puisi yang melesat di kepala yang tertuang begitu saja. Puisi Cloudy Simponi Yang Menghantui
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai puisi payung teduh
Baca
+Pustaka
TRAGEDI 98, PERUBAHAN SEORANG PEMUDA

TRAGEDI 98, PERUBAHAN SEORANG PEMUDA

kata Awan. "Dengan senang hati," kata Bagas. Bagas memetik gitar dengan indah dan membacakan puisinya: ------------------------------------------------------------- Awan, Anak Jalanan Pahlawan Muda Dari jalanan kau berjuang Untuk membela kebenaran Tak gentar pada ancaman Tak takut pada penindasan Kau pahlawan muda sejati -------------------------------------------------------------- Awan mendengarkan puisi itu dengan penuh perhatian, terharu. Bagas adalah orang yang memahami perjuangannya.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai puisi payung teduh
Baca
+Pustaka
Terjebak Permainan Cinta Sepupu

Terjebak Permainan Cinta Sepupu

Happy Reading ***** Mendung bergelayut manja di langit siang hari ini. Memberikan kesyahduan pada setiap insan yang berada di bumi. Menutupi panasnya mentari serta panas perasaan dicampakkan oleh seseorang yang sangat dicintai. "Pak, kenapa Ais belum bangun juga? Padahal, sekarang sudah hampir Ashar," ucap Endang disertai usapan di kepala putri semata wayangnya.
101.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai puisi payung teduh
Baca
+Pustaka
g a d i s

g a d i s

Iya tentunya Tapi tidak semuanya Jati yang terus gugur di musim kemarau atau salju yang mencair ketika terik matahari bersinar Apapun di manapun Siapa aku Aku hanya ingin berteriak dan mengatakan Menjadi harapan tanpa kebanggaan itu sangat menyakitkan Gadis, 10/10/2021 Sebuah sajak telah selesai ia tulis, notes ini penuh dengan banyak rangkaian tulisan indahnya 'si punjangga ulung' Febi biasa melebeli Gadis dengan sebutan itu.
9.72.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai puisi payung teduh
Baca
+Pustaka
Suamiku yang Perkasa

Suamiku yang Perkasa

Ini… Puisi ini… Bibir merah Debra sedikit terbuka, saat dia mengulang dengan lembut. “Di atas pohon tua yang dihiasi tanaman merambat kuno dan burung gagak malam yang terbang. Di bawah jembatan kecil di pondok terdekat, sebuah sungai mengalir. Itu tertulis di seluruh wajahnya yang cantik, sehingga dia begitu asyik dengan puisi ini! Tanaman merambat kuno, pohon tua, burung gagak, jembatan kecil, aliran sungai ... Semua itu adalah kosakata sederhana, tetapi memberikan konsepsi artistik yang mendalam jika digabungkan.
8.57.2M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 252.2K kali sebagai puisi payung teduh
Tampilkan Ulasan (2480)
Baca
+Pustaka
Juli Anti
kenapa derryl tidak d kembali kan ke tmptx ke gerbang Elysium berkumpul bersama saudaranya knpa cirtax smakin k SMAkin membosan kan coba satu kam kembali cester derril nd dax bersama jngn d pisah kn lge dong
Kaisar Dewa
Hai, semua. Bila kalian berkenan silahkan baca buku saya. Judulnya “Sang Menantu Terkuat”. Nama pena Kaisar Dewa. Bercerai tentang seorang menantu laki-laki mantan dewa perang yang diselingkuhi dan diceraikan oleh istrinya.  Terimakasih banyak ...️ ...️ ...️ 
Baca Semua Ulasan
Kemarau Di Ujung Senja

Kemarau Di Ujung Senja

Seberkas kesempurnan mulai tercipta Bukan hanya sekedar fatamorgana Namun kegemilangan yang kan jadi nyata Di sini … Di lubuk hati ini Kamu kan tumbuh dengan keindahan tak terperi Membawa kesejukan yang membuat lupa diri Dan kan menepi Jika tak disayangi Kurang dicintai Apakah engkau mengerti? Segala rasa dalam sanubari Yang memintamu tuk hadir di sini Tuk menenemani Agar mengasihi Karenamu .… Ku jadi begini Kuharus dapatkanmu Apapun yang terjadi! Kenapa aku membaca puisi ini, seolah puisi ini untukku? Siapa yang membuatnya? Semua karangan puisi yang aku buat, aku tidak pernah menemukan puisi yang seindah ini.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai puisi payung teduh
Baca
+Pustaka
Di Balik Hujan

Di Balik Hujan

Kalau tidak, nanti Aku bisa sakit karena seluruh pakaian dan sekujur tubuhku, sudah basah kuyup. Hari itu, hari yang sangat menyenangkan dalam hidupku. Selain Aku dapat merasakan betapa bahagianya bermain dengan hujan, Aku juga dapat menyaksikan pelangi yang sangat indah. Namun, kebahagiaan itu hilang dalam sekejap. *** Malam pun tiba, Aku dan Ibu kembali keluar. Berbarengan dengan suara katak bernyanyi, angin yang berhembus pelan menyambut.
108.1K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 324 kali sebagai puisi payung teduh
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status