Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Prajurit Tangguh

Prajurit Tangguh

Ok sir," jawab Lusi. (Baik Pak,) Lusi akhirnya membacakan puisi yang berjudul Prajurit Tangguh. "You are a valiant young man, with a striped uniform and a long-barreled weapon that you always hold in your hand. You are a Tough Soldier, who is a lamp in the dark. Which becomes an umbrella when it rains, which becomes a comfort when we are sad. You are willing to die to protect the Republic of Indonesia, O tough soldier," ucap Lusi dengan semangat empat lima membacanya.
1014.9K viewsOngoingAdded to Library 312 Times as puisi payung teduh
Read
+Library
Para Pencari Kunci

Para Pencari Kunci

“Aku menang, Pedro mati, semuanya mati, hanya aku yang menang. Ini takdir. Tuhan sudah mengukir.” Aku kian memangkas jarak. Dan mulailah terlihat kenop Bilik yang berdebu. Aku menarik Kunci sembari mengingat-ingat sebuah puisi karangan penyair yang namanya tak kusimpan. “Biarkan aku mati dengan tenang karena bulan tak selalu senang kehadiran pemenang yang haus akan kenangan. Karena bulan sungkan menjadi penenang antara aku dan cenayang.”
3.7K viewsOngoingAdded to Library 78 Times as puisi payung teduh
Read
+Library
Cinta di Balik Singgasana

Cinta di Balik Singgasana

katanya, suaranya lembut. Ia meraih kain kecil dari pakaiannya. Puisi pendek tertera di sana, ditulis dengan aksara halus Di tepi kolam, bawah ketapang tua, Hati kita bebas, meski dunia menutup. Jika takdir memisah, di bukit ‘kan kutunggu, Dengan melati dan kenanga, untukmu selalu. Raka membaca puisi itu. Jantungnya berdegup keras. “Ini… indah, Gusti,” katanya, suaranya serak. “Aku simpan ini, sebagai pengingat.”
869 viewsOngoingAdded to Library 19 Times as puisi payung teduh
Read
+Library
Ketika Samudra dan Langit Jatuh Cinta

Ketika Samudra dan Langit Jatuh Cinta

Mang Dadang melirik dari balik gerobak baksonya. “Wah, payungnya Mas itu kinclong amat ya... Model baru apa tuh? Pakai LED tenaga surya kali ya, bening bener airnya nggak berani nempel!” Mang Dadang menyipitkan mata, merasa ada bias cahaya lembut yang menyelimuti payung hitam itu. Tapi karena kepulan uap bakso, ia mengira itu hanya ilusinya saja. Cinta tidak menyadari hal itu. Ia hanya merasa berdiri di bawah payung ini terasa sangat... damai.
101.2K viewsOngoingAdded to Library 46 Times as puisi payung teduh
Read
+Library
The Devil's Mistress

The Devil's Mistress

Kilau sinar di pagi hari Sambut jiwa yang penuh ambisi Memulai langkah mengarungi Masa depan yang cerah dinanti Kumulai dengan langkah pasti Menatap cahaya sang mentari Denyut nadi yang tak henti Menapak langkah teguhkan hati Tentang harapan tentang cita Walau jauh kan ku tempuh jua Setinggi bintang hias angkasa Ku akan tetap tuk menggapainya Sejuta langkah tuk meraihnya Seluas lautan keringatku Tak akan pernah pedulikan Ku akan raih semua impian Oleh: wawan setiawan * “Aku menyukai ekspresi yang tersurat. Ada kegigihan yang dituangkan dalam tiap katanya,” gumam Joya. “Ajaib, Indonesia memiliki banyak pujangga muda yang berbakat. Puisi itu adalah salah satu kesukaanku.” Virgo menuangkan kemb
1088.4K viewsCompletedAdded to Library 2.1K Times as puisi payung teduh
Read
+Library
Payung Merah

Payung Merah

Meskipun, dia sangat berterima kasih. Saat membuka payung merah itu, Tika terpana. Payung itu didesain dengan unik, kerangkanya kuat, lapisan payungnya juga tebal. Bahkan pada tangkai payung dilengkapi beberapa fitur keren yang tidak ada pada payung biasa. Tika senang sekali. Dia terlindungi meski berjalan dengan cepat di bawah hujan. Sementara Tika sedang berjalan dengan cepat menuju kantornya, sepasang mata mengamati dirinya lekat. Namun, tentu saja Tika tidak menyadarinya sama sekali.
104.0K viewsOngoingAdded to Library 133 Times as puisi payung teduh
Read
+Library
Istri Pengganti Duda Arogan

Istri Pengganti Duda Arogan

Biar dia kehujanan sebentar, asalkan ia bisa sampai rumah. Bela melanjutkan jalan, namun sesegera mungkin terhenti. Ia menyangka akan kebasahan begitu ia mengambil satu langkah menjauh dari teras, tapi tidak. Itu karena ada payung yang menaunginya, bukan hanya satu, tapi dua. Payung berwarna merah dan payung berwarna hitam. Bersama dua orang laki-laki yang lebih memilih tubuh mereka kehujanan saat memutuskan melindungi Bela.
1016.4K viewsCompletedAdded to Library 574 Times as puisi payung teduh
Read
+Library
Love in Kyoto

Love in Kyoto

“Apa? Kalian…berdua? Menara Kyoto?” * Tangisan senja, ketika awan Aku membalik, sebuah judul dari puisi yang kutulis Tangisan senja, ketika awan Apa kau tahu bagaimana membalik kalimatnya? Tangisan ketika awan senja, benarkah? Aku duduk menatap keluar jendela pesawat, Senja itu, saat kulihat awan berubah warna menjadi sedikit jingga
102.8K viewsOngoingAdded to Library 84 Times as puisi payung teduh
Read
+Library
PUSAKA PEDANG LANGIT

PUSAKA PEDANG LANGIT

Karena perasaan tidak pernah salah dan ia juga tak ingin melihat temannya menderita karena tempat yang kurang nyaman. “Itu sulit karena sangat gelap,” kata Azil yang masih tidak yakin akan bisa menembus kegelapan yang penuh dengan kabut. Maka dari itu pun hasil tadinya memutuskan untuk istirahat saja, akan melanjutkan lagi besok pagi karena pastinya sudah lebih terang. “Tenang aku menggunakan pedang itu untuk penerangan,” jelas Zoe yang pernah melakukan hal yang sama saat ia ada di gua.
1020.6K viewsCompletedAdded to Library 761 Times as puisi payung teduh
Read
+Library
Bayang Pedang Cahaya Bulan

Bayang Pedang Cahaya Bulan

Kabut ini dibawa oleh sesuatu yang lebih besar daripada angin, sesuatu yang bergerak di antara batu-batu tebing dengan cara yang tidak wajar, sesuatu yang menunggu. Duan Wuya sudah menunggu. Ia berdiri di puncak Tebing Karang sejak subuh. Tebing itu bukan gunung, bukan pula bukit, hanya puncak batu tajam yang menjulang dari lereng gunung seperti gigi yang tumbuh di tempat yang salah, selebar panggung kecil, cukup untuk dua orang berdiri berhadapan. Di bawahnya, jurang sedalam dua ratus meter yang tidak pernah terlihat dasarnya karena kabut yang selalu ada, selalu bergerak, selalu menyembunyikan.
10710 viewsOngoingAdded to Library 21 Times as puisi payung teduh
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status