Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Matahari yang Ingin Terbenam

Matahari yang Ingin Terbenam

Lu tahu gue butuh sandaran dan sekarang gue bener-bener berterima kasih. Maka hari ini gue abisin buat nangis sepuas-puasnya. Nggak gue tahan apalagi umpet-umpetin, suksek bikin basah bajunya Siti yang padahal baru aja ganti tadi. Tapi dia seakan nggak peduli, dia masih aja tetep meluk gue dan ngasih semangat lewat usapannya di punggung gue.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 95 Times as puisi payung teduh
Read
+Library
Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

Matanya berkilauan terang, seolah-olah seluruh cahaya bintang di langit tumpah ke sana. "Aku tahu di dalam hatimu masih ada luka yang tersisa. Aku tahu kamu mungkin belum sepenuhnya siap. Nggak apa-apa, aku bisa menunggu." "Berapa lama pun itu, aku akan menunggu." Dia mengulurkan tangannya, dengan lembut menyeka tetesan air hujan yang membasahi bahuku. "Aku cuma ingin kamu tahu satu hal." "Hujanmu, biarkan aku yang menemanimu menikmatinya."
2.2K viewsCompletedAdded to Library 65 Times as puisi payung teduh
Read
+Library
Bentala dan Nabastala

Bentala dan Nabastala

“Aku Ingin, karya Sapardi Djoko Damono Aku ingin mencintaimu dengan sederhana Dengan kata yang tak sempat diucapkan Kayu kepada api yang menjadikannya abu Aku ingin mencintaimu dengan sederhana Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada,” Suara Garda membuat suasana kelas sunyi senyap, para penghuni kelas memekik dan tersenyum tertahan. “Bagus sekali Garda! Pembacaanmu seperti dari hati! Penjiwaan kamu baik sekali!” puji Bu Sri dan Garda mendapat tepukan dari teman sekelasnya.
2.7K viewsOngoingAdded to Library 90 Times as puisi payung teduh
Read
+Library
Ku Titip Rinduku Dalam Naungan Cinta-Mu

Ku Titip Rinduku Dalam Naungan Cinta-Mu

Dari balik jendela itu Aku melihat dirimu Kucuri pandanganmu Di sana Tersembunyi sebuah rasa Dalam ruang hatiku Setiap mentari telah menyapa Berdiri dengan sebuah harapan di benakku Menunggu kehadiranmu Dengan pakaian putih abu-abuku Dari balik jendela itu Tersirat sebuah cerita Tentang perasaan seorang insan yang sederhana Ya... Hanya perasaan yang sederhana Yang telah lama terpendam dalam lautan jiwa Hati yang berbisik tentang dirinya Dan mencoba mengatakan Bila rasa ini adalah cinta Namun... Diri ini hanyalah bisa berharap Berharap bila dunia khayal dan indah tentang dirimu Dapat terjadi dalam dunia nyata Yang saat ini ku jalani Jendela ini... Telah menjadi saksi bisu
102.9K viewsOngoingAdded to Library 89 Times as puisi payung teduh
Read
+Library
7 Sumpah

7 Sumpah

Pembalasan - 7 Sumpah - Senja di sore itu Menemani kepergianmu Saat kau ucap kata Kau tak lagi bersamaku Perih yang ku rasa Mungkin takkan pernah kau duga Cinta yang dulu ada Kini telah kau bawa Cinta jangan tinggalkan aku Karena takkan pernah ada Cinta selain dirimu Jika kau tinggalkan aku Sanggupkah diriku menghapus Segala bayangmu oh kekasihku Ornito -- Segala bayangmu --------------- Matahari telah setinggi telat di atas kepala. Panas terik sangat menyengat, angin yang berhembus menerpa kulit terasa segar saat ini.
9.96.1K viewsCompletedAdded to Library 199 Times as puisi payung teduh
Read
+Library
Superhero, Inc. (Bahasa Indonesia)

Superhero, Inc. (Bahasa Indonesia)

Four mendorong musim panas ke depan untuk menjadi jalan Kazam. Aku bangkit dari jatuhku. Miss Cloudy melemparkan payungnya, aku menerimanya. “Pakailah untuk menyerang Kazam dari udara,” ucap Miss Cloudy. Aku buru-buru membuka payung, lalu terbang ke belakang. Satu tanganku memegang gagang payung, tanganku yang lain mengeluarkan tanaman rambat untuk mencambuk Kazam. Aku mencambukinya dengan gerakan cepat. Sampai Kazam tidak bisa melawan. Kazam pun minta ampun.
1012.4K viewsOngoingAdded to Library 373 Times as puisi payung teduh
Read
+Library
Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

"Aku menyukai semua pemberian Ayah." "Penggombal." "Aku mempelajarinya dari Ayah, hehe." Tak lama setelah mereka berdua keluar, terdengar teriakan si kecil, "Bu, bolehkah fotokan aku dan Ayah?" "Iya." Susan berjalan keluar. Federik menggendong Julian di lehernya dan bergaya. Susan mengambil beberapa foto mereka. Setelah makan malam, hujan mulai turun di luar.
17.2K viewsCompletedAdded to Library 429 Times as puisi payung teduh
Read
+Library
FREL.

FREL.

Aku berkonsentrasi penuh, memusatkan pikiran pada puisi yang cocok untuk kujadikan acara penembakan. Aku berdeham sebelum memulai mengucapkan satu karya lagi buat Kak Kevan. "Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada." "Gue juga suka puisi itu, berjudul "Aku Ingin" karya dari Sapardi Djoko Damono."
9.426.5K viewsCompletedAdded to Library 875 Times as puisi payung teduh
Show Reviews (46)
Read
+Library
Nisa Nurpasa
Mampir juga yuk ke novel 'Menikahi Gadis Desa' ... Sarah Larasati, terpaksa menerima perjodohan dengan seorang pria kota bernama Fabian Aditama. Bukan tanpa alasan ia menerima perjodohan ini, hutang sang ayah lah yang menjadi alasannya. Akankah Sarah bahagia bersama pasangannya kelak? Atau hanya p
Yunia Rina
iih.. gemes aku sama novel romantis gini.. sukaa.. jalan ceritanya seru. Mengingatkanku masa2 SMA. Pernah kesandung cinta segitiga juga hahaha.. Novelnya bagus nih kalo dibikin filmnya. Masih ditunggu yaa thor novel FREL season 2 (:
Read All Reviews
Selamat Malam, Tuan Ares

Selamat Malam, Tuan Ares

“Aku punya bunga merah yang mekar, seperti desahan lembut, tapi bisa juga seperti api yang membara.’ “Kita berbagi gelombang dingin, angin, cahaya, dan guntur; Kita berbagi kabut, gunung, dan pelangi. Seolah-olah kita selalu terpisah tapi saling mendampingi seumur hidup.” Tangan Jay yang terangkat di udara berhenti. Ia tertarik dengan puisi itu. Ia ingat pertama kali Angeline membaca puisi itu.
9.43.0M viewsCompletedAdded to Library 75.0K Times as puisi payung teduh
Show Reviews (884)
Read
+Library
Syadia Lydia Kurui
Ada kalahnya cerita ini mendatar..tapi Ada kalaNya sangat membuat pembaca berimosi..mengikut rentak cerita.. saya suka membacanya..walaupun cerita terkadang rumit untuk saya fahami bahasanya.. cerita Yang sangat panjang..tapi best......️...️...️ apakah cerita ini Akan Di nasihatkan?
Lia Wu
pengen baca tapi bab nya buanyak banget, udah mager duluan takut muter muter banyak drama,,, tang udah baca spill donk, didalamnya ada 2 cerita atau cuma 1, biasanya kan nyambung sama kisah percintaan anaknya
Read All Reviews
AEONIAN : Yang Pernah Terjadi Akan Abadi

AEONIAN : Yang Pernah Terjadi Akan Abadi

Mengapa kau mengalir pergi Kala ucap terpatri di hati Akankah kau buktikan kau benci dirimu sendiri Kau tolak empat mata Namun, kau suka main mata Nan, bolak balikkan kata Laksana bunga tidur yang terasa Pijar yang ku cari Bukan kata manis yang kau beri Nostalgia yang ku rasa Apa kau merasa hal yang sama? Iblis kejam... Lihat tanda tanya ini Bisakah kita menjadi sahabat? Atau Berteman hingga akhir hayat? Nan, maaf kutelusupkan kau dalam puisi ini 26-04-2018 “Siapa yang menulis puisi ini? Tidak ada penulisnya” ucap Arka “Mungkin di kotak tadi ada sesuatu yang lain” lanjut Arka sambil turun dari kasurnya mengambil kotak yang dia banting tadi
107.4K viewsCompletedAdded to Library 155 Times as puisi payung teduh
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status