Serpihan Hati
kata Kalandra setelah berhasil membantu Marlina menyelamatkan diri dari pegangan Shinta.
Kalandra menyibak rambut Shinta dan meniupnya pelan, tubuh Shinta mendadak meremang dan sentuhan tangan Kalandra, terasa begitu menyiksa, tapi enak. Antara ingin dan tidak. Hatinya menolak, tapi tubuhnya menikmati. Tangan Kalandra mulai menyentuh rahang Shinta, lalu turun ke leher.
"Jangan kurang ajar kamu," Shinta berusaha mendorong pria di hadapannya. Tapi berbeda dengan tubuhnya yang menginginkan lebih.
Bab Populer