Dokter Cantik Pemilik Hati CEO
Dia pun menyendokkan nasi ke dalam mulut, benar kata mamanya, Arina tidak merasakan mual setelah makan itu.
Selesai menghabiskan satu piring nasi pun Arina tidak merasakan mual setelahnya. Dia kembalikan piring nya pada sang mama.
"Makasih ya, Ma, udah masakin buat aku. Akhirnya bisa makan tanpa harus merasa mual dan muntah."
"Kemarin-kemarin makannya gimana?"
"Ya gitu aja, kadang masuk, kadang keluar lagi, sampe lemes rasanya, tapi aku tetap maksain datang ke rumah sakit. Cuma kalau udah di rumah jadinya banyak tidur."