LOGINAku benar-benar tak menyangka jika perempuan miskin yang sengaja kunikahi demi mendapatkan keturunan itu ternyata anak orang kaya. Awalnya aku akan menceraikannya setelah dia bisa memberiku keturunan, tapi ternyata semua rencana yang sudah kususun gagal. Dia bahkan memberikan kejutan yang membuatku mati kutu.
View MorePagi-pagi sekali aku sudah membersihkan diri. Membuatkan cokelat panas dan roti panggang untuk Mas Latif. Ibu juga sudah selesai mandi dan mulai menyeruput jahe buatan Bi Siti. Sesekali melirikku lalu tersenyum tipis. Entah apa yang ada di benak ibu saat ini. Tapi, sepertinya ibu tersenyum saat melihat rambutku basah. Pikiran orang tua yang melihat anaknya baru menikah sepertinya sama saja. Mungkin bahagia melihat rambut anak dan menantunya yang basah tiap pagi, mengira tiap malam ada pertempuran khusus di antara mereka. "Ibu kenapa?" tanyaku akhirnya. Tak tahan melihat ibu yang terus melirikku lalu melihatku dari atas ke bawah. "Nggak apa-apa. Bagus," balasnya singkat membuatku mengernyit. "Bagus apanya sih, Bu?" "Rambutnya bagus, piyamanya bagus. Semua bagus." Ibu tersenyum lagi lalu mengedipkan matanya. "Rambut basah bukan berarti ada pertempuran tiap malam ya, Bu. Aduh, ibu pasti pikirannya ke mana-mana. Nggak sabaran banget pengin gendong cucu," omelku sontak membuat ibu te
Pov : Latif [Latif, aku nggak tahu nomer ponsel istrimu. Tolong sampaikan permintaan maaf dan ucapan terima kasihku padanya. Aku tahu dia sudah menyelamatkan nyawaku]Sebuah pesan dari Viona muncul di aplikasi hijauku. Aku tahu itu nomornya meskipun tak kusimpan, karena aku dan dia berada dalam satu grup whatsapp yang sama. Tumben sekali dia mau mengucap maaf dan terima kasih. Setahuku dari dulu dia sangat anti dengan hal-hal seperti itu. Dia selalu merasa paling baik, paling cantik dan paling benar. Hingga hampir tak pernah kudengar kata maaf atau pun terima kasih terucap dari bibirnya. Detik ini rasanya sangat istimewa, aku lihat sendiri dia mengetikkan kata itu untuk Ratna. Perempuan yang selama ini selalu dia benci dan dia hina. Apa mungkin dia sudah sadar atau terketuk hatinya sampai rela mengucapkan kalimat itu untuk rivalnya? Atau dia merasa tak enak hati karena Ratna sudah menyelamatkan nyawanya, padahal sebelumnya dia sendiri tega akan mencelakakan Ratna?[Latif, kamu tahu
Pov : Viona Aku masih membuntuti perempuan itu. Sampai kapan pun rasanya nggak rela jika Latif jatuh di pelukan perempuan lain apalagi perempuan sepertinya. Aku sendiri nggak habis pikir kenapa Mas Azka dan Latif bisa jatuh cinta sama dia. Bagusnya apa coba? Apa karena dia sekarang sudah kaya? Kalau masalah cantik, jelas aku lebih cantik daripada dia. Sudah kubilang, jika memang aku nggak bisa dapetin Latif, Ratna pun nggak boleh. Meski mereka sudah menikah sekali pun, aku akan tetap melanjutkan rencanaku sebelumnya. Nggak akan kubiarkan Ratna tertawa dan bahagia di atas lukaku.Aku tak peduli pesan terakhir dari Mas Azka waktu itu untuk menjauhi Ratna. Dia juga bilang, jangan sampai aku menyakiti dia lagi karena bisa saja aku dijebloskan ke penjara. Memangnya dia siapa bisa mengancamku seperti itu? Apa Mas Azka lupa siapa papa? Papa bisa melakukan apa pun yang dia inginkan. Kalau aku sampai berurusan dengan polisi, Papa pasti juga tak akan membiarkanku begitu saja masuk penjara. Ja
Pov : Azka"Gimana, Ka? Sudah dapat biaya untuk rumah sakit?" tanya mama tiba-tiba. Dia tampak begitu khawatir. Mungkin takut jika aku tak mendapatkan uang untuk membayar perawatannya."Mama tenang aja, udah ada uangnya kok bahkan lebih. Alhamdulillah," ucapku sambil tersenyum. Mama menghembuskan napas lega."Syukurlah." Mama berucap lirih."Mama tahu nggak siapa yang sudah membantu kita?"Mama masih berpikir. Terlihat kedua alisnya hampir menyatu."Pasti Viona. Siapa lagi? Cuma dia yang selalu care sama keluarga kita. Iya, kan?" tebak mama penuh keyakinan."Mama yakin Viona yang membantu memecahkan masalah kita?""Iya. Biasanya kan memang cuma dia. Viona memang menantu terbaik. Meski sudah tak lagi menjadi bagian dari keluarga kita, tapi dia masih begitu peduli," ujar mama lagi. Mama kembali menatapku begitu yakin.Aku tahu mama pasti menebak Viona karena memang cuma dia yang biasanya selalu membantu keluargaku. Tapi, sejak aku memutuskan ingin menikah dengan Tyas waktu itu, dia tak












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews