Putri Rahasia Tuan Damian
Senyum palsu itu terangkai saat ia menggeser undangan bertinta emas itu di hadapan Damian.
"Baiklah, aku menyerah." Tangan besar itu meraihnya, seiring senyum kecut tercipta. Damian menatap pedih pada sampul undangan itu, di mana nama wanita yang ia cintai telah bersanding dengan nama pria lainnya. Meski sukar, sepertinya Damian mulai menerima kenyataan. Ia berusaha menerima keadaan meski harus terluka. "Aku akan berusaha mengikuti keinginanmu dan mendoakan pernikahanmu. Semoga kau berbahagia dengan Aksa. Namun, maaf ... aku tetap tidak bisa menikahi Kiara. Aku tidak bisa memaksakan hatiku untuk mencintainya, karena kini aku sadar bahwa aku tidak pernah benar-benar mencintai Kiara. Aku hanya
Sikat na Kabanata