Teman tapi Menikah
Keduanya memilih untuk menikmati kopi di kedai favorit seperti yang selalu dilakukan mereka sebelum bergegas untuk pulang.
“Suara lo, Ta! Bisa-bisa kita diusir sama yang punya kafe tahu, nggak!”
“Bodo amat! Lo gila, ya? Beneran lo obral gue?”
Kanaya meringis tanpa rasa bersalah. “Lo bisa biasa nggak ekspresinya? Gue udah bilang sama lo waktu di Despresso Coffee tempo lalu, ya. Ya gue sebagai sahabat, pengennya bantu, Ta. Eh, betulan kecantol juga, dong.”
Hot Chapters