Yang Terpilih
Lalu layaknya kota besar di negara tropis, panas akan menyengat.
Rosa masih tertidur meringkuk di kasurnya, menikmati mimpi panjang tentang menggapai cita-cita. Di mana dia bisa terbang seperti layaknya burung yang bersayap. Di mana dia bisa menggapai buah ranum di dahan yang tinggi dengan hanya sekali lompatan. Sungguh menyenangkan.
Dia tertawa di sana, berceloteh dengan bahagia, pada kedua orangtuanya, pada Enning dan Enceng, serta Nyak. Tanpa Mardi. Tak ada bayangan Mardi hadir di sana.