Rasaku Ditelanjangi
Bukan sekadar dingin yang merambat di kulit, tapi panas yang mulai tumbuh dari tatapan—dari diam yang saling mengerti.
Anak tangga demi anak tangga, bukan hanya membawa kami menuju kamar,
tapi juga menuju batas yang selama ini cuma dibayangkan.
Tak ada janji, tak ada kepastian,
hanya desir rasa yang tak henti mengetuk dari balik dada.
Malam ini bukan tentang siapa yang lebih dulu mengaku,
tapi tentang siapa yang lebih dulu
berani
melepaskan logika—dan menyalakan rasa.